Dugaan Love Scamming di Semarang, 4 WNA China Ditangkap
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Ilustrasi jantung
Harianjogja.com, JAKARTA - Rambut beruban merupakan tanda faktor risiko serangan jantung. Temuan tersebut diungkap sebuah studi baru yang dipresentasikan di Eropa di EuroPrevent 2017.
Sebanyak 545 pria dewasa beruban yang sebelumnya diketahui tanpa penyakit jantung diketahui diteliti ternyata memiliki CT angiogram arteri jantung mereka, cara yang sangat akurat untuk mengidentifikasi masalah silent killer itu. Demikian dikutip dari Express.co.uk.
Ditemukan bahwa rambut beruban, berkorelasi dengan adanya penyumbatan jantung.
Para peneliti berkomentar bahwa "aterosklerosis dan rambut beruban terjadi melalui jalur biologis yang sama."
Studi lain tentang tanda-tanda serangan jantung yang ditemukan di rambut dilakukan oleh European Society of Cardiology dan menemukan faktor risiko mengejutkan lain yang terkait dengan penyakit jantung.
Menurut penelitian, kebotakan pria dan uban dini lebih merupakan faktor risiko penyakit jantung daripada obesitas pada pria di bawah 40 tahun.
Para peneliti mengamati 790 pria di bawah usia 40 tahun yang menderita penyakit arteri koroner dan 1.270 pria sehat pada usia yang sama, yang ditempatkan dalam kelompok kontrol.
Sejarah klinis diambil dari semua peserta, yang kemudian ditandai pada tingkat kebotakan laki-laki mereka - tipe umum dari kerontokan rambut yang berkembang pada kebanyakan pria pada beberapa tahap kehidupan mereka.
Para peneliti menghubungkan temuan dengan keparahan gejala penyakit jantung. Ditemukan bahwa laki-laki dengan kondisi jantung bermasalah lebih cenderung beruban sebelum waktunya dengan 50 persen dibandingkan dengan 30 persen dari kelompok sehat yang lebih dari lima kali risiko kelompok kontrol.
Kelompok kondisi jantung juga lebih cenderung mengalami kebotakan pria dengan 49 persen dibandingkan 27 persen pada kelompok sehat dan 5,6 kali berisiko lebih besar. Yang mengejutkan, hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit hanya empat kali lipat.
Dr Karmal Sharma mengatakan penelitian ini dirancang untuk mencari kebotakan pada pasien yang mengalami penyakit jantung dan menilai keparahan kebotakan mereka, rambut yang mulai memutih, dan rambut yang semakin tipis, dan mengkaitkannya dengan tingkat keparahan dan kompleksitas penyakit jantung.
Karena itu, dapat disimpulkan bahwa kebotakan awal dari penyakit jantung.
"Kebotakan dan penuaan dini harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko penyakit arteri koroner dan faktor-faktor ini mungkin menunjukkan usia biologis daripada kronologis yang mungkin penting dalam menentukan risiko kardiovaskular total." Jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.