Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Fenomena masyarakat DIY yang sedang gemar berolahraga sepeda di tengah pandemi sempat meresahkan lantaran dilakukan berkerumun. Pakar meminta masyarakat untuk tetap menerapkan jaga jarak.
Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI), Profesor Djoko Pekik Irianto menuturkan kondisi pandemi DIY saat ini belum begitu baik. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tetap mengikuti aturan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Tanggap darurat DIY masih sampai 30 Juni. Kita ikuti aturan saja dulu untuk tetap di rumah," kata dia saat dihubungi Harian Jogja pada Rabu (10/6/2020)
Menurutnya, skema menuju new normal masih harus menempuh tiga tahapan, yaitu fase beraktivitas di rumah saja, fase transisi yaitu beraktivitas di luar rumah dengan pembatasan, serta fase tatanan baru. "Tapi kita lihat masyarakat mulai bosan. Saran saya kalau pingin keluar dari rumah tetap harus patuh protokol," kata dia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI DIY sekaligus pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY ini.
Khusus untuk olahraga, Djoko menuturkan jaga jarak juga wajib dipatuhi. "Bersepeda itu juga harus jaga jarak, ora uyek-uyekan [tidak berdesak-desakan]," katanya. Untuk olahraga di ruang terbuka ia menyebutkan aturan sesuai ilmu keolahragaan ialah 9 meter persegi bagi tiap orang.
Dihubungi terpisah, pakar kedokteran olahraga UGM, dr. Zaenal Muttaqien menuturkan masyarakat yang ingin berolahraga tetap harus memperhatikan sejumlah hal supaya tercapai kebugaran dan dapat meningkatkan kemampuan aerobik. "Olahraga pada prinsipnya menjamin oksigen masuk ke tubuh, mendistribusikan oksigen itu ke seluruh tubuh, lalu untuk pergerakan otot," kata Zaenal.
Ketika melakukan olahraga, juga perlu diperhatikan prinsip FITT yaitu frekuensi, intensitas, time (durasi), serta type atau tipe olahraga. Dengan memperhatikan prinsip tersebut, kata Zaenal, sistem kekebalan tubuh pun akan meningkat.
Dosen FKKMK UGM ini juga tidak menyarankan penggunaan masker saat olahraga, melainkan menekankan prinsip jaga jarak. "Ketika olahraga kebutuhan oksigen meningkat. Kalau dihalangi [dengan masker] maka semakin defisit. Tidak terhalang saja bisa megap-megap," kata dia.
Ia berpesan bagi masyarakat apapun olahraga yang dipilih untuk bisa mengonsumsi air minum 30 menit sebelum olahraga. "Oksigen akan sampai ke darah, maka butuh air," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.