Angin Kencang Terjang Klaten, Tower Seluler Roboh dan Ganggu Listrik
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Ilustrasi medsos
Harianjogja.com, JAKARTA--Komentar menyakitkan di dunia maya yang bermunculan karena orang-orang bisa berlindung di balik identitas anonim dapat memakan korban. Untuk itu, Wulan Guritno menyikapi perundungan sebagai hal yang tidak serius.
Aktris Wulan Guritno berpendapat, fenomena ini terjadi karena ketidaksiapan masyarakat dalam memakai gawai, membuat mereka tidak bijak dalam memakainya.
"Karena merasa tidak ada batas, tidak secara langsung [komunikasi], kita seperti bukan makhluk hidup di dunia maya, jadi gampang banget [berkomentar jelek]," ujar Wulan di bincang-bincang daring, Rabu (20/5).
Terpaan komentar negatif sangat mungkin dialami oleh figur publik yang gerak-geriknya jadi sorotan masyarakat. Wulan menghadapi sisi lain dari kehidupan artis dengan bersandar pada orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya.
"Kalau support system kuat, hantam dari luar berlalu saja, kadang jadi hiburan. Walau kalau mood sedang tidak bagus ya bisa kena," ujar aktris 39 tahun ini. Wulan punya prinsip untuk bersikap baik kepada semua orang karena setiap manusia pasti punya masalah tersendiri. "Jadi bersikap baiklah untuk semuanya," katanya.
Dia merasa tak perlu mengindahkan mereka yang tak bijak dalam berkomunikasi di media sosial dan memilih untuk meninggalkan jejak menyakitkan.
Wulan membintangi serial "Pretty Little Liars" versi Indonesia yang mengambil set sebuat kota fiksi di Bali, Amerta. Serial tersebut menceritakan kehidupan empat remaja yang seperti kehilangan arah setelah pemimpin mereka, Alissa (Yuki Kato) menghilang secara misterius.
Setahun kemudian, Hanna (Anya Geraldine), Ema (Eyka Farhana), Sabrina (Valerie Thomas) dan Aria (Shindy Huang), kembali bersatu setelah mereka mulai menerima pesan-pesan misterius dari sosok yang dikenal sebagai "A". Sosok "A" tersebut mengancam akan mengungkap rahasia terkelam mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.