Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa. /Ist- Instagram @sutrisna.wibawa
Harianjogja.com, JOGJA-- Sejak pertengahan Maret 2020, kampus-kampus di DIY memberlakukan kuliah online sebagai dampak pandemi Corona. Mahasiswa harus mengikuti kuliah secara online agar tidak menimbulkan kerumunan yang bisa menimbulkan penularan Virus Covid-19.
Kini, sudah lebih dari satu bulan sejak pemberlakuan sistem pembelajaran tersebut. Akibatnya, tidak ada aktivitas di kampus-kampus. Padahal, sebelum pandemi, kampus selalu ramai dengan aktivitas mahasiswa mulai dari kuliah, diskusi, seminar, bahkan hanya sekadar nongkrong sambil mengobrol dengan teman.
Suasana pandemi ini menimbulkan kerinduan pada aktivitas di kampus. Rupanya, bukan hanya mahasiswa, tetapi rektor pun juga rindu dengan aktivitas kampus. Hal ini seperti diungkapkan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa.
Melalui akun twitternya yang sudah memiliki 67.000 lebih pengikut ini, ia membagikan video saat ia berjalan dekat air mancur di halaman rektorat UNY. Dengan langkah kaki yang pincang, ia berjalan pelan sambil sesekali menundukkan atau menggaruk kepala.
Suasana kampus di Jalan Colombo, Sleman saat itu terlihat sangat sepi. Tak tampak sama sekali orang beraktivitas di video itu kecuali Sutrisna Wibawa sendiri.
Menyertai video unggahannya, akun resmi @sutrisna.wibawa menuliskan caption tentang kenangannya akan aktivitas normal di kampus tanpa kuliah online. Ia menambahkan juga harapan supaya COVID-19, yang disebabkan virus corona, segera lenyap.
"Sudah 2 bulan, kampus sepi, tidak ada canda, tawa, hiruk-pikuk mahasiswa yang sedang berdiskusi dan adu argumentasi atau mereka yang terdiam duduk di taman hanya untuk menyepi karena patah hati......... semoga Covid-19 segera pergi," tulis Sutrisna Wibawa, Senin (11/5/2020).
Tak hanya tentang rasa rindunya pada mahasiswa di kampus, pria kelahiran Gunungkidul, 1 September 1959 ini juga memberi keterangan tentang kaki pincangnya. Ternyata, saat video itu diambil, asam uratnya sedang kambuh, sehingga persendian di kakinya terasa sakit, menyebabkan jalannya pincang.
"Jangan julid, kaki pincang karena asam urat," tulisnya, singkat.
Warganet yang membanjiri kolom komentar pun mengungkapkan kerinduan yang sama dirasakan Sutrisna Wibawa pada kampus. Namun, tak sedikit juga di antara mereka yang salah fokus dengan kondisi kesehatan dosennya.
"Rindu suasana kampus dan seisinya," komentar @icha_noralisa.
"Pak ini kurang backsound lagu sedih kayak yang di TikTok TikTok itu, Pak," gurau @standup.uny.
"Pak saya bosen kuliah daring. Saya pingin ngampus," tulis akin @rhmasyhb_.
"Pak, saya rindu merenung memikirkan tugas dan terutama merindukan "dia" yang tidak merindukan saya sembari mendengarkan derai suara air mancur disana :)," tulis @wineash15.
Akun @ayubaadif menambahkan "kapanlagi dirindukan pak rektor cobaa,".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keamanan, inflasi, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.