Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19./Dok.Nusatics
Harianjogja.com, JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tidak ada bukti bahwa tes antibodi dapat menunjukkan jika seseorang yang telah terinfeksi tidak dapat terinfeksi lagi. Tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari coronavirus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.
Pemerintah Inggris telah membeli 3,5 juta tes serologi yang mengukur kadar antibodi dalam plasma darah. Tetapi ahli epidemiologi senior WHO telah memperingatkan bahwa tidak ada bukti bahwa tes antibodi tersebut dapat menunjukkan jika seseorang yang telah terinfeksi Covid-19 tidak dapat terinfeksi lagi.
Banyak dari tes yang dikembangkan adalah tes darah kecil yang mirip dengan tes HIV instan dan mengukur peningkatan kadar antibodi yang digunakan tubuh untuk melawan virus.
Berbicara di sebuah konferensi pers di Jenewa, Dr Maria van Kerkhove mengatakan ada banyak negara yang menyarankan menggunakan tes serologis diagnostik cepat untuk dapat menangkap apa yang mereka pikir akan menjadi ukuran kekebalan.
"Tes antibodi ini akan dapat mengukur tingkat seroprevalensi tingkat antibodi itu tetapi itu tidak berarti bahwa seseorang dengan antibodi berarti mereka kebal."
Dr van Kerkhove mengatakan mereka perlu divalidasi untuk mengukur keefektifannya.
Rekannya Dr Michael Ryan mengatakan tes antibodi juga menimbulkan pertanyaan etis.
"Ada masalah etika yang serius di sekitar penggunaan pendekatan seperti itu dan kita perlu mengatasinya dengan sangat hati-hati, kita juga perlu melihat lamanya perlindungan yang mungkin diberikan antibodi," ujarnya.
"Anda mungkin memiliki seseorang yang percaya bahwa mereka seropositif (telah terinfeksi) dan dilindungi dalam situasi di mana mereka mungkin terpapar dan pada kenyataannya mereka rentan terhadap penyakit."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Skynews.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.