PNBP Visa Naik, Imigrasi Kantongi Rp2,8 Triliun pada Semester I
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19./Dok.Nusatics
Harianjogja.com, JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tidak ada bukti bahwa tes antibodi dapat menunjukkan jika seseorang yang telah terinfeksi tidak dapat terinfeksi lagi. Tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari coronavirus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.
Pemerintah Inggris telah membeli 3,5 juta tes serologi yang mengukur kadar antibodi dalam plasma darah. Tetapi ahli epidemiologi senior WHO telah memperingatkan bahwa tidak ada bukti bahwa tes antibodi tersebut dapat menunjukkan jika seseorang yang telah terinfeksi Covid-19 tidak dapat terinfeksi lagi.
Banyak dari tes yang dikembangkan adalah tes darah kecil yang mirip dengan tes HIV instan dan mengukur peningkatan kadar antibodi yang digunakan tubuh untuk melawan virus.
Berbicara di sebuah konferensi pers di Jenewa, Dr Maria van Kerkhove mengatakan ada banyak negara yang menyarankan menggunakan tes serologis diagnostik cepat untuk dapat menangkap apa yang mereka pikir akan menjadi ukuran kekebalan.
"Tes antibodi ini akan dapat mengukur tingkat seroprevalensi tingkat antibodi itu tetapi itu tidak berarti bahwa seseorang dengan antibodi berarti mereka kebal."
Dr van Kerkhove mengatakan mereka perlu divalidasi untuk mengukur keefektifannya.
Rekannya Dr Michael Ryan mengatakan tes antibodi juga menimbulkan pertanyaan etis.
"Ada masalah etika yang serius di sekitar penggunaan pendekatan seperti itu dan kita perlu mengatasinya dengan sangat hati-hati, kita juga perlu melihat lamanya perlindungan yang mungkin diberikan antibodi," ujarnya.
"Anda mungkin memiliki seseorang yang percaya bahwa mereka seropositif (telah terinfeksi) dan dilindungi dalam situasi di mana mereka mungkin terpapar dan pada kenyataannya mereka rentan terhadap penyakit."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Skynews.com
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Trailer terbaru Memburu Pemangsa ungkap investigasi empat jurnalis yang berubah menjadi teror demonologi. Dibintangi Laura Basuki dan Prilly Latuconsina.