Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA -- Saat-saat pandemi terkadang orang-orang merasa cemas. Rasa cemas ini kemudian menyebabkan kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan. Tetapi beberapa perilaku yang dapat mengurangi stress membuat para ahli medis khawatir seperti merokok tembakau, vaping, hingga ganja.
Karena virus corona menyerang paru-paru, penggunaan produk tersebut lebih baik dihentikan bukannya ditingkatkan hanya karena untuk menghindari rasa cemas dan stres.
"Berhenti merokok selama pandemi ini tidak hanya bisa menyelamatkan hidup Anda, tetapi juga mencegah perlunya perawatan di rumah sakit, Anda mungkin juga menyelamatkan hidup orang lain," kata Direktur Penelitian Anak pada Pusat Penelitian dan Perawatan Tembakau di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Amerika Serikat, Jonathan Winickoff.
Winickoff bersama dengan jaksa agung di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Maura Healey, memperingatkan masyarakat dan khususnya kaum muda bahwa merokok dan vaping juga dapat memperburuk risiko penyebaran Covid-19.
"Banyak pasien saya yang merokok atau vape mengalami peningkatan batuk atau buang air besar. Dan itu cukup membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan penyebaran virus," kata Winickoff yang juga seorang profesor di Harvard Medical School.
Dalam sebuah studi juga sudah cukup menunjukkan bahwa merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu fungsi paru-paru. Sementara penelitian terhadap efek kesehatan vaping masih terbatas, karena alat ini relatif baru, tetapi penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat menyebabkan peradangan di saluran pernapasan dan paru-paru.
Sehingga, perokok dan vapers, mungkin lebih rentan terhadap infeksi virus corona. Massachusetts menekankan, sekali terinfeksi, pasien perokok mungkin juga memiliki waktu yang lebih sulit melawan serangan Covid-19. Hal ini didasarkan pada sebuah studi yang menunjukkan bahwa seekor tikus yang terpapar vape lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, kata Robert Tarran, seorang profesor biologi sel dan fisiologi di University of North Carolina.
Sebuah studi baru-baru ini di New England Journal of Medicine menemukan bahwa pasien virus corona China yang merokok, dua kali lipat memiliki infeksi parah dari Covid-19. Dan merokok juga telah diidentifikasi sebagai faktor kerentanan seorang pasien terkena Mers dan virus Corona lain pada 2012.
Selain itu, virus corona ini tampak menyerang tubuh dengan menempel pada reseptor pengikat yang disebut angiotensin-converting enzyme-2, atau ACE-2. Penggunaan tembakau dapat meningkatkan ekspresi ACE-2. Itulah sebabnya dokter dan peneliti berspekulasi bahwa perokok mungkin lebih mudah terinfeksi virus daripada pasien lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : nytimes
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Satlantas Polres Bantul membuka layanan SIM Keliling di Satpas pada Rabu 9 September 2026 pukul 08.00-10.00 WIB untuk perpanjangan SIM A dan SIM C.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal Kereta Bandara YIA tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.