AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Warga beraktivitas mengenakan masker. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA -- Seorang Konsultan Dokter Penyakit Menular di National Centre for Infectious Diseases (NCID), Wong Chen Seong, mengatakan bahwa masker yang dibuang dengan tidak benar, bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan, jika orang lain melakukan kontak dengan bekas masker tersebut. Ini terutama untuk masker yang kotor, karena bekas dari hasil sekresi pernapasan manusia, dan bekas dari penggunaan jangka panjang.
"Cara virus dapat ditularkan ke orang lain dengan melalui kontak, yaitu jika orang lain secara tidak sengaja menyentuh masker yang kotor, dan kemudian menyentuh wajah mereka sendiri," kata Wong.
Seorang ahli penyakit menular di Pusat Spesialis Mount Elizabeth Novena, Leong Hoe Nam, bahkan mengatakan ada kemungkinan kecil bahwa masker yang dibuang sembarangan dan terbuka dapat menularkan virus melalui udara.
"Jika terkena udara terbuka, dengan angin kencang, ada risiko kecil aerosolisasi," katanya.
Aerosolisasi mengacu pada proses di mana zat seperti ludah atau lendir seseorang tersebar dan ditransmisikan melalui udara.
Para ahli memperkirakan virus itu, ketika dibiarkan terbuka, dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari.
Wong juga mengatakan bahwa di iklim yang panas dan lembab, virus itu kemungkinan akan bertahan tidak lebih dari dua hingga tiga hari, sementara Leong mengatakan virus itu bisa bertahan selama berjam-jam di permukaan yang terbuka.
Leong menambahkan bahwa kuman dapat bertahan hidup pada masker yang digunakan untuk durasi yang berbeda. Misalnya, bakteri dapat hidup berbulan-bulan hingga bertahun-tahun jika disimpan di tempat yang dingin, katanya.
Leong merinci beberapa langkah yang harus diambil jika seseorang ingin membuang masker wajah bekas. Seseorang harus selalu mencuci tangan sebelum melepas masker, karena kemungkinan akan menyentuh wajah. Sebab, menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih akan meningkatkan risiko penularan penyakit.
Setelah itu, seseorang harus melepas masker, dan melipatnya menjadi dua ke bagian dalam, sehingga tetesan dari mulut dan hidung tidak terbuka. Kemudian, lipat masker menjadi setengah lagi, lalu setengah lagi, sampai masker terlihat seperti gulungan. Masker juga dapat dibungkus dengan loop telinganya sehingga tidak akan terurai.
Kemudian, Leong mengatakan pengguna harus membungkus masker di selembar tisu, sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : scmp
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.