Selat Hormuz Dibuka, Tekanan Industri Tekstil RI Belum Reda
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Ilustrasi sarung tangan/
Harianjogja.com, JAKARTA - Adanya pandemi corona membuat warga melakukan berbagai antisipasi seperti menggunakan alat pelindung diri.Ada sebagian orang yang belakangan menggunakan sarung tangan plastik ketika berbelanja bahan makanan di supermaket atau waralaba makanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona agar tak menyentuh langsung barang yang akan dibeli.
Lantas apakah sarung tangan plastik benar bisa mencegah masuknya COVID-19 ke dalam tubuh?
Dr Diana Gall dari Doctor-4-U mengatakan sarung tangan plastik tidak direkomendasikan untuk masyarakat sebagai cara melindungi terhadap virus corona. Dengan menggunakan sarung tangan plastik, masyarakat jadi abai terhadap kebersihan tangan.
"Kebersihan tangan dan kebersihan pernapasan selalu diprioritaskan daripada memakai sarung tangan plastik atau masker wajah," ujarnya dikutip dari Metro.co.uk, Selasa (31/3/2020).
Dia menjelaskan sarung tangan plastik hanya dianjurkan kepada para petugas medis yang berkontak langsung dengan pasien virus corona. Dalam pengaturan klinis, sarung tangan plastik dibuang setelah merawat pasien.
Sarung tangan plastik sama saja seperti kulit. Jika sarung tangan telah digunakan kemudian si pengguna menyentuh wajah, tentu saja mereka berisiko tertular virus corona.
"Jika Anda mengenakan sarung tangan yang sama sepanjang hari, pergi ke berbagai toko, menyentuh permukaan yang berbeda, maka Anda menempatkan diri Anda pada risiko yang lebih besar untuk mengambil virus dan memindahkannya ke diri sendiri atau orang lain," tutur Gall.
Oleh karena itu, sarung tangan plastik harus dibuang setelah dipakai. Hal ini tentu menjadi pemborosan bagi masyarakat.
Lantas apakah bisa dicuci? Dr Giuseppe Aragona, penasihat medis dari Prescription Doctor menegaakan sarung tangan plastik tidak dapat dicuci karena bersifat sekali pakai. Sarung tangan ini strukturnya tipis dan mudah robek.
Sementara itu, Dr Ross Perry, dokter umum dan direktur medis di Cosmedics.co.uk, menjelaskan bahwa meskipun menggunakan sarung tangan, si pengguna masih berisiko tertular virus corona dengan cara lain. "Kondisi yang mirip dengan coronavirus menyebar melalui batuk dan bersin, yang menghasilkan tetesan air atau lendir yang mengandung virus," katanya.
Tetesan-tetesan ini diproyeksikan ke udara dengan batuk atau bersin dan ini menyebabkan penyebaran infeksi ketika mereka bersentuhan dengan orang lain. "Sekali lagi risiko tertular virus jika anda menyentuh wajah dengan atau tanpa sarung tangan, dan itu berlaku untuk menyentuh ATM, menangani makanan, dan lain-lain," tuturnya.
Untuk itu, saran terbaik adalah sering mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh dan menggunakan pembersih tangan yang tersedia di toko-toko dan tempat-tempat umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga HP Infinix September 2026 tersedia dari Rp1,9 juta hingga Rp11,9 juta, dengan Note 60 Ultra menjadi model termahal.
Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026, lebih besar dari bonus SEA Games Rp1 miliar.
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), Selasa (1/9/2026), di Ruang Seminar
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.