Indonesia Bangun Pabrik Plasma Darah Senilai Rp4 T, Beroperasi 2027
Pabrik plasma darah Rp4 triliun di Karawang ditargetkan beroperasi 2027 untuk kurangi impor obat dan perkuat industri kesehatan.
Ilustrasi-Mesin pengering tangan/shopee
Harianjogja.com, JAKARTA - Wabah virus Corona atau Covid-19 menimbulkan banyak informasi yang beredar, namun tidak semuanya benar.
Sejumlah kabar mengenai metode untuk membasmi virus yang "berasal" dari Kota Wuhan itu seketika muncul. Salah satunya kabar bahwa virus Corona akan mati jika seseorang menggunakan mesin pengering tangan.
Tidak sedikit orang yang percaya akan hal ini sehingga mereka lebih memilih untuk mengeringkan tangan dengan mesin pengering daripada dengan tisu. Benarkah mesin pengering tangan ampuh membunuh Corona?
Mengutip keterangan dari situs Alodokter, faktanya mesin pengering tangan tidak bisa membunuh virus Corona. Mesin ini hanya menarik udara sekitar dan menyemburkannya kembali dengan kecepatan tinggi.
Memang, sebagian mesin dapat menghangatkan udara yang telah ditarik sebelum disemburkan. Namun, ini tidak serta-merta bisa membunuh kuman atau virus di tangan Anda.
Langkah yang paling tepat untuk mencegah virus ini yaitu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Bila tidak tersedia keduanya, hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen bisa digunakan sebagai alternatif.
Mengeringkan tangan setelah cuci tangan memang dapat menurunkan risiko terjadinya penularan virus Corona. Namun, anggapan bahwa mesin pengering tangan dapat membunuh virus Corona hanyalah hoaks.
Jadi, penting untuk selalu merujuk pada sumber informasi terpercaya jika Anda mendapat info apa pun terkait Corona. Termasuk kabar soal cara membunuh Corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pabrik plasma darah Rp4 triliun di Karawang ditargetkan beroperasi 2027 untuk kurangi impor obat dan perkuat industri kesehatan.
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren