Iran Ajukan 3 Syarat Pembukaan Selat Hormuz ke AS
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Sebanyak 39 Finalis Puteri Indonesia 2020 memasuki fase karantina hari ini, Rabu (26/2/2020). - Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada yang menarik dalal malam grand final pemilihan Puteri Indonesia 2020 yang sukses digelar pada Jumat malam (6/3/2020) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat.
Rr Ayu Maulida Putri finalis dari Jawa Timur berhasil terpilih sebagai pemenang utama Puteri Indonesia 2020 setelah mengalahkan 38 finalis berbakat lainnya.
Momen menarik di malam Grand Final Puteri Indonesia 2020 itu adalah ketika finalis asal Sumatera Barat, Kalista Iskandar yang lolos dalam enam besar gugup saat diberi pertanyaan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.
Politikus Partai Golkar yang bertindak sebagai juri itu meminta Kalista untuk menyebutkan kelima sila Pancasila dalam waktu 30 detik.
"Kalista, sebagaimana kita pahami bersama, Indonesia adalah bangsa yang besar, yang memiliki 17.500 pulau, 733 bahasa. Kita beruntung memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Pertanyaan saya adalah, apakah Kalista hapal lima sila yang terkandung dalam Pancasila," kata Bambang Soesatyo.
Pertanyaan yang dilontarkan dari Bambang Soesatyo disambut meriah oleh para penonton seisi Plenary Hall. Hal tersebut justru membuat Kalista gugup.
Pada sila pertama hingga ketiga, wanita berusia 21 tahun ini dapat mengucapkan kalimat dengan benar. Namun sila ke empat Kalista salah menyebutnya.
"Kemanusiaan yang adil, kemasyarakatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan keadilan," ucap Kalista.
Mendengar jawaban dari Kalista, penonton langsung menyorakinya hingga membuat Kalista semakin gugup.
Meskipun telah salah mengucapkan kalimat pancasila, perempuan keturunan Tionghoa itu tetap berusaha melanjutkan sila kelima.
"Kemanusiaan sosial yang adil dan beradab," sebut Kalista saat sampai di sila kelima. Ia tambah grogi, penonton pun makin riuh.
Meski begitu, Bambang Soesatyo tetap memberikan semangat untuk Kalista.
"Terima kasih Kalista, Anda layak menang," ungkap Bambang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.