SBY Cek Kesehatan di AS, Tak Hadiri Rangkaian HUT Ke-81 RI
SBY sedang menjalani cek kesehatan di Amerika Serikat hingga akhir Agustus 2026 sehingga tak menghadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT RI.
Amirudin, wisudawan UTP Solo./Solopos.com
Harianjogja.com, SOLO - Ada yang unik dalam wisuda di Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Sabtu (29/2/2020) kemarin. Sebab, ada wisudawan yang datang dengan menaiki sepeda motor dengan beronjong berisi sayuran.
Ya, dialah, Amirudin, sang wisudawan itu. Selain sebagai mahasiswa UTP, ia juga seorang bakul sayur. Warga Wukirsawit, Jatiyoso, Karanganyar, itu sengaj membawa serta sepeda motor dan beronjong berisi sayuran yang biasa dijajakan sehari-hari untuk dibagikan sebagai ungkapan syukur atas wisuda yang ia jalani.
Amirudin meraih gelar sarjana dari jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FKIP Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo. Dia datang mengikuti wisuda yang digelar di GOR Kampus III UTP di Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Sabtu pagi.
Amirudin datang dengan sepeda motor Yamaha Vixion lengkap dengan beronjong khas tukang sayur keliling. Di dalam beronjong itu ada beragam sayuran, buah-buahan, hingga bumbu dapur. Dia sengaja membawa beronjong sayur untuk menunjukkan kebahagiaannya meraih gelar sarjana.
Pria berusia 28 tahun itu ingin menunjukkan kepada orang lain pekerjaannya sebagai tukang sayur bukan penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi. Amirudin bangga mampu menyelesaikan kuliah yang dibiayai dengan jerih payah hasil berjualan sayur keliling setiap hari.
“Saya justru ingin membuktikan bahwa tukang sayur yang berasal dari keluarga tidak mampu bisa kuliah seperti orang lain yang keluarganya mampu,” ujar kepada Solopos.com, saat ditemui di sela-sela wisuda.
Dia sengaja membawa dagangan untuk dibagikan kepada teman-temannya yang mengikuti wisuda. Hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur karena telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Amirudin merupakan mahasiswa UTP Solo angkatan 2014. Setiap hari dia berkeliling menawarkan dagangannya di wilayah Jatityoso. Pekerjaan ini dilakukan untuk membiayai kuliahnya. Ia pun mengaku tidak malu melakoni pekerjaan ini meskipun dia seorang mahasiswa.
Dia mengatakan penghasilan orang tuanya sebagai buruh tani dan buruh serabutan tidak cukup untuk membiayai kuliahnya. Itulah sebabnya dia mengumpulkan uang dengan memeras keringat sendiri.
“Lha wong untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan, apalagi untuk bayar kuliah. Makanya saya kuliah ini juga dengan biaya sendiri meskipun harus jadi tukang sayur,” kata anak pertama dari empat bersaudara ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
SBY sedang menjalani cek kesehatan di Amerika Serikat hingga akhir Agustus 2026 sehingga tak menghadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT RI.
Gus Yahya menyebut Muktamar ke-35 NU fokus membahas program lima tahun dan penyegaran kepemimpinan. Cabang Kalsel mendorongnya maju lagi.
Polisi mengungkap motif perusakan bendera Merah Putih di Bantul dan palang pintu KA di Sleman yang dilakukan S (24).
Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan pembatasan konsumsi bagi masyarakat desil 9-10.
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September