Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi penyintas kanker - Reuters/Jim Bourg
Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar onkologi sekaligus Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru W Sudoyo, mengatakan sebanyak 70% masyarakat di Tanah Air baru menyadari dirinya mengidap kanker stadium tiga dan empat saat dilakukan pemeriksaan kesehatan.
"Jadi banyak pasien tidak mengetahui tentang kanker sehingga datang sudah terlambat," kata dia di Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Ia mengatakan YKI telah berupaya mengedukasi serta melakukan program deteksi dini kepada masyarakat untuk mengetahui berbagai hal tentang kanker sehingga paham apa yang mesti dilakukan.
"Kami melakukan edukasi, pemeriksaan dan deteksi dini untuk beberapa jenis kanker tertentu terutama payudara," ujarnya.
YKI juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga pengidap kanker. Hal itu berguna terutama saat pasien sudah berada pada titik akhir sehingga keluarganya mengetahui cara perawatan di rumah.
Selain menjalankan program deteksi dini, ia juga menganjurkan masyarakat mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Hal itu bisa dilakukan dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga dan tidak merokok.
"Apalagi saat ini masyarakat disibukkan dengan berbagai aktivitas yang padat serta dimanjakan dengan kendaraan sehingga kurang berolahraga dan bergerak," kata dia.
Ia mengatakan sekitar 95% faktor risiko kanker bukan karena keturunan, melainkan akibat lingkungan serta gaya hidup yang salah dan sudah menjadi kebiasaan.
"Ditambah lagi polusi udara sekarang yang berbeda dengan 50 tahun lalu. Itu sangat memengaruhi," kata dia.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit merilis deteksi dini terhadap kanker diperlukan.
Sebab jika kanker dapat ditemukan secara dini dengan ukuran masih kecil atau kurang dari satu sentimeter serta ditangani dengan cepat dan tepat, maka ada harapan sembuh hampir 100%.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat segera berkonsultasi ke dokter saat menemukan benjolan sekecil apapun karena menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.