Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ilustrasi./ Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Fenomena hypnagogic atau periode transisi antara terjaga dan tidur, sering dialami manusia. Fenomena ini berupa saat tidur malam, tiba-tiba mimpi jatuh lalu tersentak bangun.
Keadaan ini bisa terjadi secara spontan karena pengaruh dari suara, cahaya, atau rangsangan eksternal lainnya. Beberapa ahli juga mengatakan keadaan hypnagogic ini biasa muncul bersamaan dengan halusinasi, mimpi, dan sensasi seperti terjatuh.
Meskipun tersentak kuat, hal itu tidak membuat orang tersebut bangun dari tidurnya. Bahkan saat terbangun, dia tidak sadar dengan apa yang ia alami selama tidur.
Dikutip dari Live Science, beberapa ilmuwan percaya faktor-faktor tertentu, seperti stres, gelisah, lelah, kurang tidur, atau kebanyakan kafein bisa memperparah keadaan ini.
Selain itu, Michelle Drerup ahli tidur di Pusat Gangguan Tidur Klinik Cleveland di Ohio, mengatakan sering olahraga atau aktivitas fisik saat malam hari, juga bisa memicu hypnagogic muncul.
Untuk mengatasinya, biasakan untuk menenangkan pikiran sebelum tidur. Kurangi aktivitas gerak, bahkan minum kopi saat malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.