Pascagempa Flores, 12 Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Ilustrasi minum air/Reuters
Harianjogja.com, WASHINGTON - Minum air penting untuk kesehatan. Namun jika terlalu banyak minum air juga tidak baik karena dapat mengakibatkan kondisi yang disebut hiponatremia.
Dirangkum dari Health, hiponatremia sendiri merupakan penurunan kadar natrium darah yang berbahaya. Natrium adalah elektrolit penting yang bertindak sebagai penjaga lalu lintas tubuh.
Natrium mengatur di mana air didistribusikan ke seluruh tubuh dan berapa banyak yang dikirim ke kandung kemih.
"Meskipun relatif tidak umum untuk mencapai keracunan air, hal itu dapat terjadi jika Anda minum terlalu banyak apa yang bisa dikeluarkan tubuh Anda," kata Kristin Koskinen, ahli diet terdaftar di Richland, Washington.
Ketika sedikit menurun, kadar natrium yang rendah mungkin tidak menyebabkan gejala yang nyata, kata Suzanne Dixon , RD, ahli diet terdaftar di The Mesothelioma Center di Portland, Oregon.
Tetapi ketika kadar natrium terus turun karena minum lebih dari tubuh Anda mampu keluarkan, itu dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit kepala, kabut otak dan mual.
"Ginjal memiliki batasan berapa banyak air yang dapat mereka keluarkan pada satu waktu, yaitu maksimum 800-1.000 mililiter per jam." kata Koskinen. "Apa pun yang melebihi jumlah itu pada dasarnya mengguyur tubuh," tambahnya.
Ketika tubuh tidak dapat membersihkan dirinya sendiri dari kelebihan air, sel membengkak untuk menampungnya, yang dapat menyebabkan sakit kepala dan kabut otak.
Anda juga mungkin merasa mual jika rasio air terhadap natrium tubuh Anda tidak seimbang. Karena ketika ada terlalu banyak air dalam aliran darah, tubuh Anda mungkin mencoba untuk membuang kelebihan air untuk menemukan keseimbangan lagi.
Kemampuan tubuh dalam menerima air sangatlah bervariasi. Untuk mengetahui gejala awal terlalu banyak minum air bisa dilihat dari urine.
Pastikan untuk memantau warna air kencing Anda. Sebab, air kencing adalah cara paling awal untuk memberi tahu Anda tentang status hidrasi. Warna urine biasanya berkisar dari kuning pucat hingga berwarna teh.
Jika urine Anda menjadi terlihat lebih jernih padahal biasanya tidak, itu pertanda bahwa Anda minum terlalu banyak air dalam jangka waktu yang terlalu pendek.
Selain itu, Anda merasa lebih sering ke toilet lebih dari biasanya. Rata-rata orang buang air kecil 6-8 kali sehari, atau hingga 10 kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Health/Suara.com
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.