Pascagempa Flores, 12 Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Ilustrasi penyajian minuman kopi./Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA - Tak dimungkiri jika kopi dan teh menjadi minuman favorit sebagian besar orang. Namun ternyata dalam kasus yang jarang terjadi, terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan overdosis. Menurut Healthline, overdosis dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, muntah dan bahkan kematian akibat kejang-kejang.
Overdosis kafein ini umumnya terjadi ketika orang mengonsumsi minuman berenergi atau pil diet dalam jumlah besar.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, sering mengonsumsi kopi atau teh juga dapat membuat kafein bertahan di dalam aliran darah kita.
Hal ini diketahui dari "serum darah manusia murni" yang didapatkan peneliti dari Oregon State University (OSU) dari banyak pendonor.
Selama diperiksa, ternyata semua darah mengandung kafein. Untungnya, tim mencatat kandungan kafein dalam aliran darah ini kemungkinan tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
"Dari sudut pandang \'kontaminasi\', kafein bukan kekhawatiran besar bagi pasien," kata Luying Chen, Ph.D, salah satu peneliti dari OSU, melansir Medical Daily.
Para peneliti juga menemukan jejak obat dalam sampel darah. Mereka dinyatakan positif menggunakan obat anti-kecemasan, penekan batuk, dan obat untuk diabetes tipe 2.
Para peneliti berharap penelitian ini akan memandu bank darah dan penyedia lainnya dalam memeriksa darah donor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.