PSEL Legok Nangka Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Ilustrasi belanja online/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA-Terlalu senang berbelanja secara online jangan dianggap remeh.
Psikoterapis berpendapat kecanduan belanja secara online harus diakui sebagai gangguan mental.
Peneliti mengatakan orang yang kecanduan dapat menunjukkan gejala dan karakteristik yang berbeda dan mengatakan bagaimana hal itu memengaruhi pikiran.
Buying-shopping disorder (BSD) telah dikenal selama puluhan tahun. Namun, para ahli mengatakan gangguan mental ini memiliki makna baru di era internet seperti sekarang dan sudah memengaruhi satu dari 20 orang.
Orang yang terobsesi dengan belanja online kemungkinan hanya akan menimbun barang yang mereka pesan, tetapi justru berakhir dengan utang.
Bahkan, hal ini dapat berdampak pada hubungan dengan pasangan dan membuat pecandu kehilangan kendali diri.
"Sudah saatnya untuk mengenali BSD sebagai kondisi kesehatan mental dan untuk mengumpulkan pengetahuan lebih lanjut tentang BSD di internet," tutur Dr Astrid Müller, psikoterapis di Hannover Medical School di Jerman.
Dalam studi, terlihat bukti dari 122 pasien yang mencari bantuan untuk kecanduan belanja online mereka.
Peneliti juga menemukan orang yang kecanduan ini memiliki tingkat depresi dan kecemasan lebih tinggi dari biasanya.
Mereka berpendapat, munculnya toko online, aplikasi belanja, dan jasa pengiriman ke rumah telah menambah dimensi baru bagi shopaholic.
Hal ini, kata peneliti dari Jerman yang dilansir dari Daily Mail, memengaruhi 5% populasi dan memiliki efek mental yang serius. Itulah sebabnya kondisi ini perlu mendapat perhatian yang lebih serius.
Berdasarkan hasil penemuan ini, mereka berharap adanya penelitian lebih lanjut yang membahas tentang karakteristik fenomenologis berbeda, hal yang mendasari, dan konsep pengobatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi