Jemaah Haji Probolinggo Wafat di Makkah, Sempat Dirawat di ICU
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Aurel Hermansyah. /Suara.com-Revi C Rantung
Harianjogja.com, JAKARTA - Ashanty dikabarkan menuliskan wasiat setelah dinyatakan mengidap penyakit autoimun. Aurel Hermansyah membantah ibu sambungnya itu sudah menyiapkan surat wasiat.
"Nggak lah [tidak ada surat wasiat]," ujar Aurel Hermansyah, ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2019).
Kendati begitu, perempuan 21 tahun ini mengatakan kondisi Ashanty sedang drop. Hal itu dipicu gara-gara kelelahan usai liburan dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Iya kondisinya lagi nggak enak sih karena kemarin kecapekan dari Labuan Bajo. Aku juga lagi flu batuk," kata Aurel Hermansyah.
"Bunda kan nggak boleh minum obat. Kami sekeluarga itu jadi ngikutin bunda. Pagi pagi dikasih minuman khusus, pola makan diubah. Bagus juga sih jadi sehat," sambungnya lagi.
Yang pasti dia bilang Ashanty menjadi lebih ketakutan setelah divonis penyakit tersebut.
"Bunda sekarang kalau kita lagi sakit begini bunda protek banget. Dari belum tidur dikisah obat, terus dibalurin oil juga," tutur Aurel Hermansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.