BRIN Kaji Efektivitas Es Kering untuk Atasi Kabut Asap Karhutla
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Ashanty saat wisuda. /Okezone-Sarah
Harianjogja.com, JAWA TIMUR - Anang Hermansyah menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatan istrinya yang juga penyanyi, Ashanty. Anang mengatakan Ashanty saat ini mengalami peningkatan kondisi.
"Alhamdulillah kondisinya semakin membaik usai diterapi," ujar Anang pada Suara.com, ketika berada di Polda Jatim dalam rangka press release kasus hak cipta lagu yang diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Senin (22/10/2019).
Hasil diagnosa menyebutkan, Ashanty menderita penyakit autoimun. Kini, lanjut Anang, istrinya mulai menjaga pola makan dan makin manyak istirahat.
"Saran dokter memang harus rutin melakukan terapai. Selain itu, Ashanty juga sudah mulai menjaga pola makan dengan memakan sayur hidroponix yang lebih higienis," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Ashanty akhirnya terbuka soal penyakit autoimun yang diidap. Istri Anang Hermansyah itu sempat bungkam lantaran belum menerima hasil diagnosa dari dokter.
"Waktu itu belum keluar hasil juga, aku nggak mau main cerita, belum ada hasil yang akurat. Jadi karena hasilnya uda keluar, uda 3 hari lalu, jadi aku udah enak ngobrol," kata Ashanty dijumpai di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/10/2019).
Ashanty mengaku tak tahu kapan persisnya mengidap penyakit tersebut. Yang jelas, dia masih bersyukur karena hasil diagnosa menyebut autoimun yang diidap masih dalam tahap awal.
Kendati begitu, Ashanty disarankan dokter untuk jangan banyak pikiran. Sebab, hal itu bisa bikin autoimun yang diidap bertambah parah.
"Kalau dibiarkan bisa ke tahap berikutnya, kalau dibiarkan bisa nyerang ke syaraf, ke kulit, aku juga ada inflamasi di usus aku," ujar Ashanty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.