Keselamatan Penerbangan Indonesia 78,85 Persen, Lampaui Rata-rata Global
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Ilustrasi Keram/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Mereka yang berolahraga kurang pemanasan atau stretching biasanya akan mengalami kram atau tegang otot. Sayangnya dalam pertolongan pertama, banyak orang melakukan hal keliru dengan cara bagian yang kram dikompres menggunakan air dingin.
"Sebenarnya kalau kram, itu paling benar dengan terapi panas bukan terapi dingin, bukan pula semprot es atau batu es seperti yang sering dilakukan beberapa orang," ujar Spesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Andi Kurniawan Sp.KO dalam acara Rexona di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
Kram terjadi karena otot berkontraksi secara maksimal, sehingga tegangan pada otot sangat tinggi. Solusi terapi panas yang diberikan bisa beragam, seperti menggunakan krim, koyo panas, dan minyak panas.
"Jadi jika otot kram langsung dikasih terapi panas, bahkan kalau perlu sambil dipijat supaya kramnya menghilang. Terapi panasnya bisa pakai koyo panas, balsem dan segala macam, krim-krim yang panas," ungkapnya.
Selain kurang stretching, kram kerap terjadi saat otot terlalu di forsir berlebihan, sehingga otot yang biasanya tidak bekerja keras akan kaget. Kram juga terjadi sebagai tanda otot kelelahan termasuk juga saat tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
"Banyak latihannya tiap hari lari sampai 5 kali. Di Indonesia lagi kecenderungan aktivitas lari atau olahraga terlalu berlebihan. Tapi di satu sisi yang tidak olahraga banyak jadi kurang olahraga," tuturnya.
Mirisnya sebagian masyarakat masih menganut pola pikir olahraga untuk menurunkan berat badan atau untuk membentuk badan. Tapi sangat sedikit sekali yang berpikir olahraga untuk kebutuhan hidup sehat dan kualitas hidup lebih baik.
Jadi mulai sekarang jika alami kram langsung lakukan terapi panas bukan memberikannya air dingin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.