Status Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, Radius 2 Km Terlarang
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Vans Old Skool/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Merek sepatu Vans mencabut beberapa desain yang berkaitan dengan demonstrasi di Hong Kong. Desain tersebut dibuat oleh peserta kompetisi desain sneakers dunia yang diadakan Vans, Custom Culture.
Salah satu desain yang dihapus oleh Vans adalah buatan Naomiso, peserta asal Kanada. Desain tersebut sempat menjadi desain paling popular dengan lebih dari 30.000 voting daring sejak 1 Oktober hingga dihapus Sabtu (5/10.2019) lalu.
Desain garapan Naomiso menampilkan gambar bunga bauhinia merah yang tertera di bendera Hong Kong dan payung kuning, simbol dari protes Hong Kong. Ada pula ilustrasi para demonstran yang menggunakan masker, helm, dan kacamata di sisi lainnya.
“Berdasarkan pedoman kompetisi global, Vans dapat mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil pengiriman karya seni telah dihapus. Keputusan ini diambil untuk menegakkan tujuan Custom Culture,” kata Vans, unit VF Corp, dikutip dari Reuters, Selasa (8/10/2019).
Saat ini, pengguna dengan nama Naomiso tidak ada lagi di website Custom Culture, kompetisi desain tersebut.
Desain karya Naomiso dan artis lainnya dianggap berpotensi memberi dampak pada Vans jika mengandung unsur politik. Dalam laman Facebook-nya, Vans menyebut bahwa mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan politik.
“Kami tidak pernah mengambil posisi politik dan karenanya meninjau desain untuk memastikan mereka sesuai dengan nilai-nilai yang telah lama dijunjung tinggi oleh perusahaan kami, yaitu rasa hormat dan toleransi, serta dengan pedoman yang dikomunikasikan secara jelas untuk kompetisi ini,” tulis Vans, Sabtu (5/10).
Langkah yang diambil Vans menuai banyak kritikan di media sosial. Sejak penghapusan desain tersebut, muncul tagar #boycottVans di media sosial.
Pada website resminya, Vans Global Custom Culture Competition menuliskan bahwa desain mungkin saja ditolak jika mengandung materi yang dilindungi hak cipta, logo bisnis atau merek, gambar selebritas, profesional, logo atau maskot tim olahraga, orang tanpa busana, senjata/kekerasan, narkoba, alkohol, rokok, konten yang menyinggung, cabul, dan kebencian.
Kompetisi Vans Global Custom Culture tahun ini telah menerima submisi dari setidaknya 100.000 artis dan kreator di seluruh dunia. Merek asal Amerika ini mengajak publik untuk memberi dukungan pada desain yang menurut mereka layak menjadi desain terpopuler.
Pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan US$25.000. Selain itu, desain mereka akan diproduksi dan dijual oleh Vans.
Tak hanya Vans, beberapa perusahaan dan merek lain juga sempat mengalami dilema terkait bentrok protes anti-pemerintah di Hong Kong. Perusahaan global seperti Vans berpotensi kehilangan konsumen mereka jika mengambil sikap yang salah dalam hal politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Kepala BNNP DIY mengingatkan 524 siswa SMKN 1 Ponjong mewaspadai modus peredaran narkotika melalui vape dan titipan barang saat pemagangan luar negeri.
Kemenhub mengalokasikan Rp10,90 triliun untuk keselamatan transportasi dari pagu anggaran 2027 sebesar Rp32,93 triliun.
Ditjenpas Jabar menyebut belum menemukan indikasi Ferdy Sambo mendapat fasilitas khusus di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Komisi XIII DPR segera memanggil pejabat Imipas untuk menindaklanjuti temuan fasilitas berstandar apartemen di Lapas Cibinong.