Fantastis, Potongan Rambut Ludwig van Beethoven Dilelang Rp270 Juta
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Ilustrasi/pixabay.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Orang-orang zaman sekarang cenderung lebih mudah gemuk dibandingkan dengan zaman orang zaman dahulu. Sebuah penelitian pada 2015 menemukan bahwa orang-orang zaman sekarang 10% lebih berat daripada orang-orang generasi 80-an.
“Alasan mengapa lebih mudah bagi orang untuk menjadi kurus pada 1980-an, menurut para peneliti adalah karena beberapa faktor tersembunyi yang mungkin tidak kita perhitungkan,” ujar Olga Khazan, staff writer di The Atlantic, seperti dilansir dari Medicaldaily, Kamis (29/8/2019).
Dia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti bahan kimia, obat-obatan, dan mikrobioma adalah penyebab utama orang-orang zaman sekarang lebih gemuk daripada orang-orang di masa lalu.
Bahan kimia dapat ditemukan hampir di mana-mana dalam segala hal yang mengelilingi kita setiap hari. Bahan kimia digunakan untuk berbagai hal, seperti pestisida untuk mengolah sayur, aditif untuk pengawet makanan, dan bahan pembersih.
Menurut Khazan, bahan kimia ini sebenarnya bisa mengubah cara tubuh membakar energi atau menyimpan lemak. “Bisa jadi membuat perbedaan kecil tapi bermakna,” jelasnya.
Adapun, obat-obatan seperti antidepresan yang diresepkan secara luas kepada orang-orang untuk mengelola kondisi medis yang serius adalah penyebab lain.
Obat-obatan dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan pada orang-orang yang menjalani pengobatan.
“Beberapa dari obat-obatan muncul hanya untuk membuat Anda lebih lapar dan membuat Anda makan lebih banyak. Tetapi ada juga kemungkinan itu memengaruhi tubuh Anda dengan cara yang sama, bahwa itu berpotensi mengubah cara tubuh Anda membakar energi, dan bisa menjadi mengarah ke beberapa retensi berat badan,” terangnya.
Lalu faktor yang ketiga adalah mikrobioma. Mikrobioma adalah organisme, virus, jamur, atau bakteri apapun yang hidup di tubuh manusia.
“Mikrobioma yang paling melimpah sebenarnya ada di saluran gastrointestinal (GI) sehingga ketika kita berbicara tentang mikrobioma manusia, kebanyakan dari kita berbicara tentang mikroba saluran GI,” tutur Dr. Rutchi Mathur, seorang ahli endokrinologi dan profesor kedokteran di Cedars-Sinai Medical Center.
Dia menjelaskan, kehadiran mikroba dalam usus memengaruhi berat badan dengan cara memecah serat dan mengubahnya menjadi energi, sehingga mengatur nafsu makan.
Jadi, tidak seperti di masa lalu, orang-orang lebih berbobot hari ini karena bahan kimia yang sulit kita dapat hidup tanpanya, pemanfaatan obat-obatan, dan perubahan dalam mikrobioma kita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.