Ruben Onsu Lunasi Rp3,5 Miliar, Pelapor Cabut Laporan
Pelapor Ruben Onsu mencabut laporan penipuan dan penggelapan dana Rp3,5 miliar setelah kerugian dilunasi secara kekeluargaan.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, MERAUKE - Terhitung sejak 1992-2019, penemuan kasus HIV/AIDS di Merauke berjumlah 2.280 kasus dengan rincian HIV 1.272 kasus dan AIDS 1.008 kasus. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, dr Stevanus Osok.
Stevanus menjelaskan sejak Juli 1992 sampai dengan Desember 1992 mulai dilakukan pemantauan HIV dan ditemukan enam orang HIV positif, dua orang warga negara Indonesia, dan empat orang lainnya berasal dariThailand.
Dari data yang diperoleh, menurut dia, perempuan menempati urutan teratas dengan persentase 52, 1% atau berjumlah 1.189 kasus dan laki-laki 45,8% atau 1.045 kasus, tidak diketahui sebesar 46%.
Sementara berdasarkan umur, lanjut dia, yang terbanyak adalah umur 25-49 tahun berjumlah 1.348 dengan persentase 59,12%. Sedangkan untuk umur lima tahun kebawah berjumlah 70 kasus.
Menurut dr Osok, ada 10 kegiatan yang dicanangkan dalam rangka menanggulangi laju pertumbuhan HIV/AIDS di Merauke diantaranya melalui komunikasi, informasi dan edukasi.
"Semua institusi pemerintah untuk menyampaikan informasi tentang HIV/AIDS yang baik dan benar dalam bentuk apa saja sehingga masyarakat tahu tentang HIV/AIDS," ujarnya.
Selain itu, kata dia, langkah berikutnya adalah semua penyakit infeksi menular seksual (IMS) terkontrol dan terkendali dengan membangun Pusat Kesehatan Reproduksi.
"Tempat itu menjadi pusat untuk memayungi kegiatan IMS kontrol di Kabupaten Merauke," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke ini.
Langkah selanjutnya, menurut dia, semua ibu hamil dilakukan VCT untuk mencegah penularan HIV positif. Jika ditemukan maka perlu dilakukan pengobatan agar tidak terjangkit pada anaknya.
"VCT dilakukan terhadap kelompok sasaran dan berisiko jika ditemukan maka dilakukan ARV dengan pendampingan," katanya.
Strategi kondom juga menjadi salah satu yang dilakukan dengan cukup ketat terutama pada kelompok pekerja seks komersial (PSK). Setiap bulan dilakukan IMS kontrol.
"Jika ditemukan positif berarti tidak memakai kondom, karena cukup ketat mengenai penggunaan kondom," tambah Stevanus Osok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pelapor Ruben Onsu mencabut laporan penipuan dan penggelapan dana Rp3,5 miliar setelah kerugian dilunasi secara kekeluargaan.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Ratusan warga memadati kompleks Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, untuk menyaksikan Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan