KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pengusaha EO di Madiun
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Andi Rambe
Harianjogja.com, MEKKAH- Musim haji telah tiba. Ribuan umat Islam Indonesia berangkat ke Arab Saudi. Sebagian besar di antara mereka adalah lanjut usia (lansia).
Calon haji diingatkan untuk tidak segan dan tidak ragu membantu anggota jamaah yang telah berusia lanjut dalam rombongannya karena hal itu juga merupakan ibadah yang tak kalah terpujinya, kata Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Dr Herlina Pohan di Kota Mekkah, Minggu (21/7/2019) waktu setempat.
"Calon haji lansia tahun ini jumlahnya banyak sehingga memerlukan perhatian dan pendampingan khusus. Lansia dengan gejala demensia sering membutuhkan bantuan untuk beraktivitas sehari-hari di pondokan, serta butuh pendampingan saat bepergian dan beribadah di Tanah Suci,” kata alumnus Fakultas Kedokteran UGM itu.
Ia pun menyarankan kepada calon haji yang berada dalam satu rombongan dengan lansia untuk tak segan membantu karena membantu lansia juga merupakan ibadah tersendiri.
“Perlakukan lansia seperti orang tua kita sendiri sehingga lansia menjadi nyaman dan sehat jiwanya,” katanya.
Menurut dia, untuk mencapai kemabruran ibadah haji harus didukung dengan kesehatan yang prima. Oleh karena itu ia menyarankan kepada pendamping atau calon haji yang dalam rombongannya terdapat lansia untuk selalu memperhatikan asupan air bagi para calon haji yang berusia lanjut.
“Atasi dehidrasi kemudian cegah mereka dari kelelahan dan bantu mereka untuk selalu bisa beristirahat,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa dengan Dokter Po itu juga mengimbau agar pendamping jamaah calon haji lansia untuk selalu membantu lansia beradaptasi dengan lingkungan baru dan cenderung ekstrim.
“Jangan lupa selalu mengingatkan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, alat penyemprot, dan krim agar kulit tidak kering,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.