Timnas Indonesia Waspadai Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Ketakutan perempuan jika sering melakukan hubungan seksual akan membuat Miss V menjadi longgar masih kerap dirasakan. Padahal, Miss V terdiri dari jaringan otot elastis.
Melansir Psychology Today, Miss V seperti mulut yang jika tersenyum sangat lebar sebanyak puluhan kali, akan kembali ke bentuk semula dan tidak akan pernah merenggang. Dalam kondisi diam, dalam artian sedang tidak melakukan kegiatan seksual, jaringan otot Miss V akan tetap terlipat.
Sedangkan saat perempuan terangsang secara seksual, jaringan otot agak rileks. Rangsangan ini memungkinkan otot pada organ intim mengendur untuk memudahkan masuknya ereksi.
Namun, melonggarnya Miss V saat berhubungan intim tidak akan menghasilkan rongga terbuka lebar. Sebaliknya, bagian dalam Miss V berubah dari menyerupai kepalan ketat menjadi kepalan yang cukup longgar untuk memasukkan satu atau dua jari. Setelah rileks saat berhubungan intim, jaringan otot Miss V secara alami berkontraksi, yang akan membuatnya mengencang lagi.
Hubungan intim tidak akan merenggangkan Miss V secara permanen, tidak peduli seberapa sering perempuan tersebut melakukannya. Tetapi, mungkin Miss V akan menjadi sedikit terbuka karena sebelumnya itu tertutup dengan selaput dara. Selaput tipis jaringan yang menutupi lubang Miss V, menurut Alyssa Dweck, MD, ob-gyn di Westchester, New York.
Hal yang perlu diingat adalah, kata dr. Dweck, tidak semua perempuan dikaruniai selaput dara ini. Sama halnya dengan tebal tipisnya, setiap perempuan berbeda. "Bahkan tanpa selaput dara, saluran Miss V tidak akan menjadi lebih besar," ujarnya, melansir Health.
Terlebih saat menopause, jalan masuk Miss V bisa menyusut dan menjadi lebih ketat jika tidak melakukan hubungan intim sesering yang dia dilakukan sebelumnya, jelas Sherry A. Ross, MD, ob-gyn di Pusat Kesehatan Providence Saint John di California Selatan dan penulis She-ology.
Dr Dweck menghubungkan pengetatan ini dengan penurunan produksi estrogen yang terjadi setelah menopause. Namun, persalinan secara normal atau melalui persalinan pervaginam dapat meregangkan saluran dan pembukaan vagina secara permanen, terutama jika menggunakan alat seperti forsep atau vacuum.
"Bayi seberat 10 pon bisa melewati vagina, dan meskipun keadaan mungkin tidak kembali ke 100% sama setelah itu, mereka pasti kembali ke hampir normal ," kata Dr. Dweck.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com/Psychology Today
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.