Heboh Rumah Kontrakan Akan Ditarik Pajak, Ini Kata Purbaya
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Ilustrasi dekorasi pernikahan di Crystal Lotus Hotel/Ist-Crystal Lotus Hotel
Harianjogja.com, JAKARTA-- Persiapan pernikahan memang bikin ribet, salah satunya mempersiapkan jamuan makanan. Katering seringkali menjadi salah satu komponen esensial yang harus diperhitungkan secara matang dalam biaya perayaan pernikahan karena butuh biaya besar.
Namun, Anda tidak perlu khawatir saat memesan katering pernikahan karena Pakar Pernikahan Hengki Wirawan, di Jakarta, Rabu (3/7/2019), membagi beberapa tips untuk memesan katering tanpa membuat kantong kering. Berikut ulasannya:
1. Cek berapa banyak undangan yang akan disebar
Hal pertama yang disarankan oleh Hengki adalah calon pengantin perlu memastikan jumlah undangan yang akan disebar. Menurutnya, penghitungan jumlah tamu akan lebih memudahkan untuk menyajikan porsi hidangan yang pas.
"Cek lalu perhitungkan jumlah tamu yang akan hadir melalui banyaknya undangan. Asumsikan satu undangan untuk dua orang, maka di anggarkan akan jadi dua kali jumlah undangannya," katanya.
Selain itu, pemesan katering juga perlu memperkirakan persentase kehadiran tamu.
"perkiraan itu dapat dilihat dari apakah mereka (calon pengantin) anak pertama, terakhir, tengah, atau tunggal? Untuk anak pertama dan tunggal, terutama, persentase kedatangan tamu biasanya lebih tinggi," ujarnya.
2. Hindari memberikan undangan digital
Tips kedua menurut Hengki adalah calon pengantin perlu menghindari pembagian undangan berbentuk digital melalui sosial media. Menurutnya, pembagian undangan digital itu bisa memicu pengeluaran tidak terduga dan hidangan katering menjadi kurang.
"Jadi misalnya, ada temen yang harusnya nggak diundang malah datang karena undangannya dibagikan oleh orang lain yang bukan calon pengantin," katanya.
3. Ketahui karakter mayoritas tamu
Selanjutnya, calon pengantin juga harus memperhatikan dan mengetahui karakter dari mayoritas tamu undangan.
"Misalnya tamu kebanyakan dari daerah A, yang karakternya nggak afdol kalau di menu tidak ada nasi yang banyak," kata Hengki.
Pengetahuan tentang karakter tamu itu dapat dilihat dari latar belakang keluarga kedua calon. Hengki menilai anggaran katering dapat diperkirakan juga melalui karakteristik pilihan menu yang akan disajikan.
4. Buat "kids corner" di lokasi perayaan
Tips terakhir dari Hengki adalah pembuatan area bermain anak-anak atau "kids corner" di dalam lokasi pernikahan.
"Jadi di kids corner, anak-anak bisa main sembari menunggu bersama pengurusnya. Di sana, menu makanan untuk anak-anak juga ada dan lebih murah dari menu dewasa," ujar Hengki.
"Kids corner" itu, lanjut Hengki, sudah menjadi salah satu pilihan yang cukup efisien untuk menahan pengeluaran katering.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.