Advertisement
Tanda Sepele di Feses Anak Bisa Jadi Alarm Dini Pencernaan
Foto ilustrasi anak sarapan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Perubahan kecil pada pola buang air besar (BAB) anak ternyata bisa menjadi sinyal awal gangguan pencernaan yang kerap luput dari perhatian orang tua. Pemantauan kondisi feses disebut penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan saluran cerna.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Frieda Handayani Kawanto menegaskan, kesehatan pencernaan merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak, termasuk dalam mendukung kecerdasan dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Advertisement
Ia menjelaskan, saluran cerna menjadi organ yang berkembang pesat sejak awal kehidupan. Karena itu, orang tua diminta lebih cermat menjaga kesehatannya, terutama pada periode emas usia hingga dua tahun.
Pada fase tersebut, fungsi pencernaan dan mikrobiota usus sedang mengalami perkembangan penting. Nutrisi yang tepat menjadi kunci agar proses ini berjalan optimal.
Salah satu yang disarankan adalah asupan serat prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin. Kandungan ini berfungsi sebagai “makanan” bagi mikrobiota baik dalam usus, sehingga membantu menjaga keseimbangan bakteri.
Sumber prebiotik bisa diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, hingga umbi-umbian. Untuk anak di atas satu tahun, asupan juga dapat ditunjang melalui susu pertumbuhan yang telah difortifikasi prebiotik.
“Dengan asupan serat prebiotik yang cukup, kesehatan pencernaan anak lebih terjaga dan dapat mencegah gangguan seperti konstipasi,” ujarnya.
Selain asupan nutrisi, orang tua juga diminta rutin memantau kondisi feses anak, mulai dari bentuk, warna, hingga frekuensi BAB. Perubahan pada aspek ini sering menjadi indikator awal adanya gangguan pencernaan.
Anak dengan pola BAB yang baik umumnya memiliki nafsu makan lebih stabil, tidur berkualitas, suasana hati positif, serta pertumbuhan optimal.
Di sisi lain, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, menambahkan gangguan pencernaan anak juga berdampak pada kondisi psikologis orang tua.
Menurutnya, keluhan sederhana seperti sakit perut pada anak bisa meningkatkan tingkat stres ibu hingga dua kali lipat.
Ia mengacu pada rekomendasi European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition yang menekankan pentingnya edukasi dan ketenangan orang tua sebagai langkah awal penanganan gangguan pencernaan.
Pendekatan ini dikenal sebagai parental reassurance, yakni memastikan orang tua memahami kondisi anak agar tidak panik dan dapat mengambil langkah tepat, termasuk berkonsultasi ke dokter bila diperlukan.
Sebagai inovasi, pihaknya juga mengembangkan teknologi “AI Poop Tracker” dari Bebeclub. Fitur ini memungkinkan orang tua memantau kesehatan pencernaan anak hanya dengan memotret feses melalui ponsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








