Advertisement
Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
Konferensi pers film Zona Merah digelar di Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). ANTARA - Abdu Faisal
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Serial zombie Indonesia Zona Merah dipastikan berlanjut ke layar lebar dengan skala cerita yang jauh lebih besar. Film ini tidak lagi berfokus pada ruang terbatas, melainkan membawa teror ke pusat kota dengan ambisi menembus pasar global.
Proyek ini digarap oleh Screenplay Films yang menargetkan “Zona Merah” menjadi kekayaan intelektual (IP) berskala internasional. Proses produksi dijadwalkan dimulai pada pekan depan.
Advertisement
Sutradara Sidharta Tata menyebutkan bahwa versi film akan memberikan pengalaman yang lebih luas dibandingkan serialnya yang terdiri dari delapan episode di platform streaming.
“Artinya, yang harus kami lakukan adalah kami akan bermain di level yang lebih besar lagi, yaitu pusat kota,” kata Sidharta Tata saat konferensi pers di XXI Senayan, di Jakarta.
BACA JUGA
Skala Produksi Diperbesar
Dalam pengumuman tersebut, sempat ditampilkan nama rumah produksi bertaraf global yang terlibat. Namun, Sidharta Tata belum mengungkapkan secara rinci identitas mitra tersebut.
Ia kembali berkolaborasi dengan Fajar Martha Santosa sebagai sutradara. Keduanya mengembangkan film berdasarkan cerita asli dari versi serial.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi “Zona Merah” sebagai IP yang bisa bersaing di pasar internasional.
Deretan Pemain Tetap dan Wajah Baru
Aghniny Haque kembali dipercaya sebagai pemeran utama, melanjutkan perannya sejak versi serial.
Sementara itu, Luna Maya turut bergabung tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai produser eksekutif.
Sejumlah nama lain yang ikut memperkuat film ini antara lain Andri Mashadi, Maria Theodore, dan Lukman Sardi.
Selain itu, ada juga Bryan Domani, Shindy Huang, serta artis cilik Myesha Lin yang turut mengisi jajaran pemeran.
Janji Cerita Lebih Variatif
Meski masih mengangkat tema serangan mayat hidup, Sidharta Tata menjanjikan banyak kejutan baru bagi penonton.
Ia mengakui tekanan cukup besar karena tingginya ekspektasi dari penggemar yang mengikuti seluruh episode serial sebelumnya.
“Ternyata pas di sini juga ada yang ikutin delapan episode sampai selesai gitu. Nah, terus terang kami memang sangat tertekan. Tapi ini akan jauh lebih variatif dan akan jauh lebih menarik daripada 'series'-nya,” ujarnya.
Target Tembus Pasar Global
Ambisi besar juga disematkan pada film ini. Sidharta Tata bahkan membandingkan proyek tersebut dengan film zombie dari Korea Selatan, Train to Busan.
“Ketika di Korea punya 'Train to Busan', maka di Indonesia hanya ada 'Zona Merah',” ucapnya.
Dengan peningkatan skala produksi dan dukungan pemain lintas generasi, film ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri film Indonesia dalam mengembangkan IP lokal ke tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement








