Advertisement

WHO Rilis Data, Perhimpunan Dokter Paru Ingatkan Infeksi Paru Berat

Newswire
Senin, 09 Februari 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
WHO Rilis Data, Perhimpunan Dokter Paru Ingatkan Infeksi Paru Berat Pnemonia / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan peningkatan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat, mulai dari flu burung hingga virus Nipah, menyusul laporan Disease Outbreak News Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Desember 2025 serta Januari dan Februari 2026.

Ketua Majelis Kehormatan PDPI Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai penguatan surveilans menjadi kunci mengantisipasi lonjakan kasus.

Advertisement

Dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Senin (9/2/2026), Prof. Tjandra merinci empat penyakit infeksi paru-paru berat yang perlu diwaspadai, yakni Avian Influenza atau flu burung, Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV), Super Flu, serta penyakit akibat infeksi virus Nipah.

Mengacu data WHO, sepanjang 2023 hingga 2025 angka kematian akibat flu burung di enam negara wilayah WHO Western Pacific Regional Office (WPRO) yang pernah melaporkan kasus mencapai 66,3 persen. Indonesia termasuk negara dalam lingkup WPRO dengan angka kematian tinggi, yakni 84 persen.

Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di kawasan WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5. Data WHO WPRO per Januari 2026 juga menunjukkan kasus flu burung terakhir dilaporkan muncul di Kamboja pada 2025.

Selain flu burung, MERS CoV menjadi perhatian berikutnya. Laporan WHO pada Desember 2025 mencatat 17 kasus MERS CoV di Arab Saudi sepanjang 2025.

"Tentu ini perlu jadi perhatian kita juga, mengingat banyaknya jamaah umrah Indonesia dan juga kesiapan menghadapi musim haji tahun ini," kata Prof. Tjandra.

Ancaman ketiga adalah Super Flu yang disebabkan infeksi virus influenza A H3N2 subclade K. Pemerintah Kota Tokyo di Jepang untuk pertama kalinya dalam 17 tahun kembali mengeluarkan peringatan influenza (Influenza Advisory) akibat peningkatan penularan.

Peningkatan kasus Influenza B juga dilaporkan terjadi di Korea dan Jepang pada awal Februari 2026, serta di Amerika Serikat. "Pada kenyataannya ada juga kasus di negara kita karena Influenza B ini," kata Prof. Tjandra.

Adapun penyakit infeksi paru-paru keempat yang perlu diwaspadai ialah infeksi virus Nipah, yang dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi. Menurut Prof. Tjandra, virus Nipah berpotensi menimbulkan pneumonia atipikal yang berkembang menjadi penyakit paru berat dan acute respiratory distress.

"Untuk kita di Indonesia maka perlu terus ditingkatkan kegiatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas, sehingga situasi dapat dikenali dan ditangani dengan baik," katanya. Ia menegaskan penguatan surveilans penyakit infeksi paru-paru berat di Indonesia menjadi langkah penting agar potensi lonjakan kasus flu burung, MERS CoV, Super Flu, maupun virus Nipah dapat dideteksi lebih dini, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi pada awal 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jadi Tersangka Penipuan, Dirut Dana Syariah Indonesia Minta Maaf

Jadi Tersangka Penipuan, Dirut Dana Syariah Indonesia Minta Maaf

News
| Senin, 09 Februari 2026, 15:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement