Advertisement
Fenomena Langit Februari 2026: Gerhana Cincin dan Fase Bulan
Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat, Rabu (31/1). - Antara/ Iggoy el Fitra
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Langit Februari 2026 akan diwarnai rangkaian fenomena astronomi menarik, mulai dari pergantian fase Bulan hingga terjadinya Gerhana Matahari Cincin. Data dari BMKG dan Timeanddate menunjukkan siklus Bulan bulan ini berlangsung lengkap dan mencapai momen penting pada pertengahan Februari.
Siklus Bulan Februari 2026 diawali dengan Fase Purnama yang terjadi pada Senin (2/2/2026) pukul 05.09 WIB. Pada fase ini, Bulan tampak bulat sempurna dan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Fase Purnama kemudian berlanjut ke Perempat Akhir yang jatuh pada 9 Februari 2026.
Advertisement
Seusai melewati Perempat Akhir, Bulan akan memasuki fase paling gelap, yakni Bulan Baru (New Moon) pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.01 WIB. Fase inilah yang bertepatan dengan terjadinya Gerhana Matahari Cincin, salah satu fenomena langit paling dinanti pada 2026.
Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, namun posisi Bulan sedang berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Akibatnya, piringan Bulan tampak lebih kecil dan tidak menutupi Matahari sepenuhnya. Pada puncak gerhana, Matahari terlihat seperti cincin bercahaya yang mengelilingi siluet Bulan, sehingga kerap disebut fenomena “cincin api”.
BACA JUGA
Namun, Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Jalur utama gerhana hanya melintasi sebagian kecil Antartika dan Samudra Selatan. Sementara itu, Gerhana Matahari Sebagian hanya bisa diamati dari wilayah selatan Amerika Selatan dan Afrika bagian selatan.
Seusai peristiwa gerhana tersebut, Bulan akan melanjutkan siklusnya menuju Fase Perempat Pertama yang terjadi pada 24 Februari 2026 pukul 19.27 WIB. Fase ini menandai setengah bagian Bulan kembali tampak terang dan dapat diamati dengan jelas dari Bumi.
Meski gerhana tidak terlihat dari Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmati perubahan fase Bulan sepanjang Februari 2026. Dengan kondisi cuaca cerah, fase-fase Bulan bisa diamati menggunakan mata telanjang dan menjadi sarana edukasi astronomi yang mudah diakses. Pencatatan jadwal fase Bulan ini juga penting bagi peneliti, fotografer langit, hingga masyarakat umum yang tertarik pada fenomena alam.
| Fenomena Astronomi | Tanggal | Waktu (WIB) | Status Visibilitas di Indonesia |
| Bulan Purnama (Full Moon) | 2 Februari 2026 | 05.09 WIB | Terlihat |
| Perempat Akhir (Last Quarter) | 9 Februari 2026 | 19.43 WIB | Terlihat |
| Bulan Baru (New Moon) | 17 Februari 2026 | 19.01 WIB | Terlihat |
| Gerhana Matahari Cincin | 17 Februari 2026 | - | Tidak Terlihat |
| Perempat Pertama (First Quarter) | 24 Februari 2026 | 19.27 WIB | Terlihat |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Skandal Suap Elite Hukum Tiongkok, Eks Menteri Dihukum Seumur Hidup
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



