Advertisement

Nadya Arina-Jerome Kurnia Kupas Drama Film Penerbangan Terakhir

Sunartono
Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:32 WIB
Sunartono
Nadya Arina-Jerome Kurnia Kupas Drama Film Penerbangan Terakhir Nadya Arina dan Jerome Kurnia membahas peran dan isu sensitif aviasi dalam film Penerbangan Terakhir saat menyapa penonton di Jogja. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Aktris Nadya Arina dan Jerome Kurnia menjadi pusat perhatian saat hadir menyapa penonton film Penerbangan Terakhir di XXI Ambarrukmo Plaza Jogja, Sabtu (17/1/2026). Film produksi VMS Pictures ini dibuka pada awal tahun 2026 karena dinilai relevan dengan isu sensitif di dunia penerbangan.

Dalam film, Nadya memerankan Tiara, seorang pramugari yang terjebak manipulasi Kapten Deva Angkasa (Jerome Kurnia). Nadya menyebut proses mendalami karakter dimulai dari diskusi intens bersama tim produksi. Ia berusaha menekankan bahwa emosi yang ditampilkan bukan instan, melainkan melalui proses kreatif.

Advertisement

Pertemuan awal difokuskan untuk membahas bentuk emosi dan kemarahan karakter agar tampil berbeda dari yang lain namun tetap natural di layar.

Ia mengaku naskah film sudah cukup kuat untuk membawa emosi pembacanya, bahkan sebelum syuting dimulai. Nadya menyebut. “Aku juga kebawa. Enggak kebayang kalau ketemu laki-laki yang seperti itu. Kami mengapresiasi profesionalisme Jerome Kurnia yang sangat membantu proses akting," ujarnya.

Jerome Kurnia menambahkan memerankan Kapten Deva menjadi tantangan baru karena belum pernah memerankan sosok pilot maupun karakter dengan kecenderungan “red flag”. Jerome juga menyoroti pentingnya riset, termasuk berdiskusi langsung dengan pilot aktif untuk memahami bahasa tubuh dan cara bicara karakter.

“Kalau buat aku, aku selalu suka tantangan baru. Setiap peran pasti punya keunikannya sendiri, termasuk Kapten Deva yang berbeda pendekatannya.”

Nadya menilai perannya unik karena jarang ada film Indonesia yang mengangkat dunia aviasi, khususnya kisah pramugari. Ia menaruh kepercayaan besar pada cerita karena ditulis oleh mantan pramugari dan melihat kesempatan ini sebagai pengalaman yang jarang datang dua kali. Nadya menambahkan, “Tawaran ini benar-benar kesempatan yang mungkin nggak datang dua kali, jadi aku harus maksimal," ujarnya.

Selain itu, Nadya menekankan pentingnya kesadaran diri untuk tidak memberikan kontrol atas diri sendiri kepada orang lain. Ia mengatakan jika situasi itu sudah terjadi, seseorang harus mengakui kondisi tersebut, bangkit, dan mencari bantuan.

Melalui Penerbangan Terakhir, Nadya Arina dan Jerome Kurnia menghadirkan drama film Indonesia bertema aviasi yang jarang diangkat, sekaligus membuka diskusi tentang relasi tidak sehat di dunia penerbangan, sejalan dengan minat pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Puing Diduga Pesawat ATR PK-THT Muncul di Bulusaraung

Puing Diduga Pesawat ATR PK-THT Muncul di Bulusaraung

News
| Sabtu, 17 Januari 2026, 21:37 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement