Advertisement
Nadya Arina-Jerome Kurnia Kupas Drama Film Penerbangan Terakhir
Nadya Arina dan Jerome Kurnia membahas peran dan isu sensitif aviasi dalam film Penerbangan Terakhir saat menyapa penonton di Jogja. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Aktris Nadya Arina dan Jerome Kurnia menjadi pusat perhatian saat hadir menyapa penonton film Penerbangan Terakhir di XXI Ambarrukmo Plaza Jogja, Sabtu (17/1/2026). Film produksi VMS Pictures ini dibuka pada awal tahun 2026 karena dinilai relevan dengan isu sensitif di dunia penerbangan.
Dalam film, Nadya memerankan Tiara, seorang pramugari yang terjebak manipulasi Kapten Deva Angkasa (Jerome Kurnia). Nadya menyebut proses mendalami karakter dimulai dari diskusi intens bersama tim produksi. Ia berusaha menekankan bahwa emosi yang ditampilkan bukan instan, melainkan melalui proses kreatif.
Advertisement
Pertemuan awal difokuskan untuk membahas bentuk emosi dan kemarahan karakter agar tampil berbeda dari yang lain namun tetap natural di layar.
Ia mengaku naskah film sudah cukup kuat untuk membawa emosi pembacanya, bahkan sebelum syuting dimulai. Nadya menyebut. “Aku juga kebawa. Enggak kebayang kalau ketemu laki-laki yang seperti itu. Kami mengapresiasi profesionalisme Jerome Kurnia yang sangat membantu proses akting," ujarnya.
BACA JUGA
Jerome Kurnia menambahkan memerankan Kapten Deva menjadi tantangan baru karena belum pernah memerankan sosok pilot maupun karakter dengan kecenderungan “red flag”. Jerome juga menyoroti pentingnya riset, termasuk berdiskusi langsung dengan pilot aktif untuk memahami bahasa tubuh dan cara bicara karakter.
“Kalau buat aku, aku selalu suka tantangan baru. Setiap peran pasti punya keunikannya sendiri, termasuk Kapten Deva yang berbeda pendekatannya.”
Nadya menilai perannya unik karena jarang ada film Indonesia yang mengangkat dunia aviasi, khususnya kisah pramugari. Ia menaruh kepercayaan besar pada cerita karena ditulis oleh mantan pramugari dan melihat kesempatan ini sebagai pengalaman yang jarang datang dua kali. Nadya menambahkan, “Tawaran ini benar-benar kesempatan yang mungkin nggak datang dua kali, jadi aku harus maksimal," ujarnya.
Selain itu, Nadya menekankan pentingnya kesadaran diri untuk tidak memberikan kontrol atas diri sendiri kepada orang lain. Ia mengatakan jika situasi itu sudah terjadi, seseorang harus mengakui kondisi tersebut, bangkit, dan mencari bantuan.
Melalui Penerbangan Terakhir, Nadya Arina dan Jerome Kurnia menghadirkan drama film Indonesia bertema aviasi yang jarang diangkat, sekaligus membuka diskusi tentang relasi tidak sehat di dunia penerbangan, sejalan dengan minat pembaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
- Usai Buka Bersama, Tawuran Antar Remaja Pecah di Imogiri Barat Bantul
- Veda Ega Pratama Moncer di Moto3, SMA Taman Madya IP Beri Dukungan
- Pencairan Dana Desa Gunungkidul Dikebut, Cegah Anggaran Hangus
- Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong
Advertisement
Advertisement







