Advertisement
Kiamat Kecil Air Tanah di 2100
Ilustrasi instalasi air bersih / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan suhu Bumi membuat air tanah berpotensi beracun. Pada tahun 2100, akses sekitar setengah miliar orang terancam dengan kondisi air tanah tersebut.
Temuan ini berdasarkan kajian berjudul Global Groundwater Warming Due to Climate Change dari peneliti Susanne A. Benz, Dylan J. Irvine, Gabriel C. Rau, Peter Bayer, Kathrin Menberg, Philipp Blum, Rob C. Jamieson, Christian Griebler, dan Barret L. Kurylyk yang terbit pada 4 Juni 2024.
Advertisement
Meskipun pemanasan air tanah memberikan beberapa manfaat bagi sistem pemanas Bumi, namun akumulasinya juga bisa mengancam kualitas air. Di banyak wilayah negara berkembang, miskin, dan pedesaan, air tanah dapat dikonsumsi secara langsung tanpa pengolahan atau penyimpanan. Cara ini juga secara tidak langsung dapat berdampak pada suhu air minum di dalam pipa. Khususnya di kawasan tersebut, perubahan kimia atau mikrobiologi air perlu menjadi perhatian khusus.
BACA JUGA : PDAM Tirta Binangun Bakal Digerojok Dana Rp86,3 Miliar
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hanya 18 dari 125 negara yang memiliki pedoman suhu untuk air minum. Pedoman suhu air yang aman berkisar antara 15 °C hingga 34 °C, dengan median 25 °C. Saat ini, ada lebih dari 29 juta orang tinggal di kawasan air tanah yang berada di atas ambang batas tersebut per tahun 2020. Apabila air diambil pada kedalaman permukaan air, jumlah air yang melebihi ambang batas berada di kawasan yang dihuni oleh 31 juta orang.
“Berdasarkan proyeksi kami, pada tahun 2100, akan ada 59 juta hingga 588 juta orang akan tinggal di wilayah dengan suhu air tanah di atas ambang batas,” tulis dalam laporan tersebut.
Wilayah dan Risiko
Tidak semua lokasi mempunyai risiko yang sama. Daerah dengan muka air tanah yang dalam, seperti Pegunungan Andes dan Rocky, masih bisa tetap aman. Hal tersebut lantaran suhu air yang dingin bertahan lebih lama.
Sementara untuk masyarakat di wilayah dengan sistem perairan dangkal atau tingkat pemanasan atmosfer yang sangat tinggi, harus sangat berhati-hati. Mereka perlu mengatasi kenaikan suhu air tanah saat mencapai tingkat yang memprihatinkan.
Dalam banyak kasus, kelompok masyarakat jenis ini hanya memiliki sedikit sumber air. Sehingga pilihannya semakin sedikit, bertahan dengan kondisi yang ada, atau pindah tempat tinggal. “Hasil kami menunjukkan betapa pentingnya mengambil tindakan untuk melindungi air tanah dan menemukan solusi jangka panjang untuk melawan dampak negatif perubahan iklim terhadap air tanah,” kata peneliti utama studi tersebut, seorang Ahli Geosains di Institut Teknologi Karlsruhe di Jerman, Susanne Benz.
Ekosistem Air
Tercemarnya air tanah akibat peningkatan suhu di Bumi juga berdampak pada ekosistem di sekitarnya. Ekosistem baik flora maupun fauna yang paling terdampak berada di sekitar akuifer air tanah, atau di lapisan yang terdapat di bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air.
Selain itu, peningkatan laju metabolisme mikroba yang disebabkan oleh pemanasan akan mempercepat siklus bahan organik dan anorganik. Kondisi ini bisa semakin parah dengan adanya pengurangan volume air tanah. Contoh pengurangan volume air tanah berada di Afrika Utara, Eropa Selatan, dan Amerika Latin.
BACA JUGA : Proyek Instalasi Air Bersih Kelar Dibangun, Mampu Melayani 2.400 Sambungan Baru
“Pemanasan air tanah juga mengancam banyak ekosistem sungai yang bergantung pada air tanah dan industri, misalnya perikanan, yang didukungnya,” tulis dalam laporan.
Pemanasan air tanah pada saatnya nanti akan meningkatkan suhu lingkungan di atas permukaan tanah. Contohnya pada mata air atau sungai kecil yang berasal dari air tanah. “Dampak pemanasan suhu air tanah bisa menyebabkan sungai-sungai lebih sering melewati ambang batas suhu kritis bagi spesies penghuninya,” tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









