Komet Langka Muncul di 2026, Hanya Sekali Seumur Hidup
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah penelitian terbaru menyebutkan jika kanker bisa diminimalkan dengan cara berpuasa. Sebuah studi inovatif yang dilakukan para peneliti di Memorial Sloan Kettering Cancer Center menemukan bahwa puasa dapat memengaruhi sel kanker.
Penelitian mereka pada tikus menunjukkan bahwa puasa memperkuat sistem pertahanan alami tubuh melawan kanker. Puasa tampaknya meningkatkan fungsi sel pembunuh alami (NK), komponen penting dari sistem kekebalan yang bertugas menyerang sel kanker.
Dilansir dari indianexpress, studi tersebut menunjukkan bahwa puasa memprogram ulang sel-sel NK untuk mengandalkan lemak sebagai energi, bukan gula.
Pergeseran metabolisme ini memungkinkan mereka berfungsi lebih efektif dalam menargetkan dan menghilangkan sel kanker. Dengan memungkinkan sel NK untuk berkembang di lingkungan tumor yang keras, puasa berpotensi meningkatkan kemampuan melawan kanker.
Konsultan HPB & Onkologi Gastrointestinal & Bedah Robotik Rumah Sakit Apollo Navi Mumbai, Dr Rajesh Shinde menjelaskan bahwa sebelum penelitian baru ini, penelitian telah mengisyaratkan potensi puasa untuk pencegahan kanker.
Sebuah studi pada tikus tahun 2012 mengungkapkan bahwa puasa jangka pendek mungkin melindungi sel-sel sehat dari efek samping obat kemoterapi yang merugikan.
Demikian pula, penelitian pada tikus pada 2016 menunjukkan bahwa puasa jangka pendek sebelum pemberian kemoterapi dapat meminimalkan toksisitas.
BACA JUGA: Dokter Sebut Virus HPV Tak Dapat Menular di Toilet
Studi lain yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kanker Jerman mengeksplorasi efek puasa intermiten terhadap kesehatan hati dan risiko kanker. Temuan mereka pada tikus menunjukkan bahwa jadwal puasa intermiten (makan teratur selama lima hari diikuti dengan pembatasan asupan kalori selama dua hari) dapat mengurangi risiko penyakit hati berlemak, peradangan hati, dan bahkan kanker hati.
Menurut Dr Shinde, tesis bahwa puasa mungkin menjanjikan dalam mengurangi risiko kanker berasal dari potensi dampaknya pada tingkat insulin dan proses seluler.
Kadar insulin yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan pertumbuhan sel kanker. Puasa, dengan menurunkan kadar insulin, dapat menciptakan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi berkembangnya sel kanker.
Lebih jauh lagi, puasa tampaknya mengaktifkan proses yang menghilangkan sel-sel yang rusak sekaligus mendorong perbaikan. Tindakan pembersihan yang ditargetkan ini dapat menghilangkan sel-sel prakanker sebelum berkembang biak.
Dia menambahkan, puasa diduga dapat meningkatkan antioksidan alami tubuh, yang melindungi sel dari kerusakan yang dapat memicu kanker. Namun, penting untuk mempertimbangkan keadaan individu.
Pembatasan diet mungkin menjadi tantangan bagi pasien yang sudah mengalami penurunan berat badan akibat kanker atau pengobatannya. Meskipun penelitian ini menawarkan wawasan yang menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian tersebut dilakukan pada tikus.
Penelitian lebih lanjut pada manusia, kata Dr Shinde, sangat penting untuk memastikan temuan ini agar dapat diterapkan secara praktis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
KPK mengungkap keterangan awal asal uang dalam amplop yang dibawa Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby saat bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kisah Xu Peng, aktor drama pendek China yang beralih menjadi penjual sayur setelah industri hiburan terdampak perkembangan AI, viral di media sosial.
OxygenOS dan Realme UI dikabarkan akan digantikan ColorOS. Perubahan besar ini disebut menjadi bagian strategi efisiensi Oppo Group.
Kolombia mengalahkan Ghana 1-0 di Kansas City dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat gol tunggal Jhon Arias.
Dwayne Johnson mengungkap Disney mulai membahas Moana 3. Kesuksesan besar dua film sebelumnya membuka jalan bagi petualangan baru Moana dan Maui.