Eks Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Jual Beli Gas
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Bedak bayi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah temuan diumumkan International Agency for Research on Cancer (IARC) atau Badan International untuk Penelitian Kanker, yang menyebutkan adanya hubungan antara bedak talc dan potensi munculnya kanker ovarium.
Divisi yang berada di bawah Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) itu menyebut ada bukti yang menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan talc powder dan risiko kanker
Seperti dikutip dari Bussiness Today, talc merupakan mineral alami yang biasa digunakan dalam produk seperti bedak bayi, telah menjadi fokus penyelidikan IARC.
Meskipun sebagian besar individu terpapar talc melalui produk konsumen seperti bedak bayi dan kosmetik, lembaga tersebut menyoroti bahwa paparan paling signifikan terjadi selama penambangan, pemrosesan, atau pembuatan barang-barang berbahan dasar talc.
Sejumlah penelitian yang diperiksa oleh IARC secara konsisten menunjukkan insiden kanker ovarium yang lebih tinggi di antara wanita yang menggunakan bedak tabur di area genital.
Namun, badan tersebut mencatat adanya tantangan dalam menentukan hubungan sebab akibat secara pasti karena potensi kontaminasi sampel talc dengan asbes penyebab kanker.
BACA JUGA: Jenazah Bocah Laki-Laki Ditemukan di Pantai Baron Gunungkidul
Kevin McConway, ahli statistik yang tidak berafiliasi dengan penelitian ini, memperingatkan agar tidak memandang evaluasi IARC sebagai bukti konklusif mengenai sifat-sifat talc yang menyebabkan kanker.
Dia menekankan bahwa penilaian badan tersebut terutama berfokus pada potensi suatu zat menyebabkan kanker dalam kondisi tertentu, daripada membuktikan secara pasti hubungan sebab akibat.
Dalam perkembangan lain, IARC mengklasifikasikan akrilonitril, senyawa kimia yang digunakan dalam produksi polimer, sebagai "karsinogenik bagi manusia", dengan menyebutkan cukup bukti hubungannya dengan kanker paru-paru.
Klasifikasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai meluasnya penggunaan polimer berbasis akrilonitril di berbagai produk konsumen, termasuk serat pakaian, plastik, dan karpet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.