Advertisement

Tak Cuma Teh Hijau, Ini Dia Jenis-Jenis Teh yang Cocok untuk Diet Anda

Mutiara Nabila
Rabu, 15 Mei 2024 - 22:47 WIB
Arief Junianto
Tak Cuma Teh Hijau, Ini Dia Jenis-Jenis Teh yang Cocok untuk Diet Anda Teh Herbal / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Teh, terutama teh hijau, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, selain menenangkan dan menyegarkan. Teh juga bisa menjadi asupan yang ampuh untuk membantu menurunkan berat badan. 

Selain berpotensi membantu pengelolaan berat badan, teh juga mengandung antioksidan dan senyawa yang dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, mengurangi peradangan, dan bahkan menurunkan risiko penyakit kronis.  

Advertisement

Selama ini, teh yang terkenal memiliki kemampuan tersebut adalah teh hijau. Tetapi, ternyata banyak varian lainnya yang memiliki kemampuan dan fungsi yang sama. 

Melansir Health, berikut ini, jenis-jenis teh yang bisa membantu mendukung penurunan berat badan:

Teh Hijau

Teh hijau sangat kaya akan kandungan katekin Epigallocatechingallate (EGCG) yang menjadi sumber antioksidan.  Sejumlah riset menyebutkan bahwa katekin bisa membantu memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan efisiensi tubuh dalam membakar lemak sehingga berfungsi mengurangi lemah tubuh, terutama di area perut.  

Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein, yang bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yaitu kecepatan tubuh dalam membakar kalori. Kafein juga bisa mendorong oksidasi lemak dan mendorong tubuh untuk menggunakan lebih banyak lemak sebagai sumber energi. 

Teh Hitam

Teh hitam memang tak sepopuler teh hijau dalam hal menurunkan berat badan. Tetapi, teh ini menawarkan manfaat yang hampir sama.  Proses fermentasi yang dialami teh hitam meningkatkan kandungan flavonoid, terutama theaflavin dan thearubigin, yang diyakini berkontribusi untuk menurunkan berat badan dan kadar lemak.

Kandungan ini bisa mendorong metabolisme tubuh dan membantu menurunkan lemak visceral yang terdapat dalam rongga perut. Sejumlah penelitian juga menyebutkan bahwa kandula polifenol dalam teh hitam juga lebih efektif dibandingkan dengan teh lainnya.

Sementara itu, kandungan kafeinnya juga berfungsi untuk meningkatkan pemakaian energi menggunakan lemak sehingga bisa membantu menurunkan berat badan. 

Teh Oolong

Teh oolong yang berada di antara teh hijau dan hitam dalam tingkat oksidasi, memiliki manfaat tersendiri dalam pengelolaan berat badan. Teh ini dikenal dengan proses fermentasinya yang unik, teh oolong mengandung berbagai senyawa polifenol yang dapat berkontribusi terhadap kemampuan penurunan berat badan.  

Komponen bioaktif ini dipercaya dapat meningkatkan metabolisme lemak, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak dengan lebih efisien.

Beberapa data menunjukkan bahwa mengonsumsi teh oolong selama dua minggu meningkatkan oksidasi lemak, sehingga berpotensi membantu orang mengalami penurunan berat badan. 

Selain itu, sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa teh oolong telah diamati dapat menurunkan kadar gula darah dan insulin, yang selanjutnya berpotensi mendukung upaya penurunan berat badan.

Teh Peppermint

Teh peppermint mungkin memang termasuk dalam ramuan herbal yang ampuh untuk pengelolaan berat badan tetapi melalui mekanisme yang berbeda dari teh yang berasal dari daun teh asli. 

Teh peppermint dapat membantu menurunkan berat badan terutama dengan meningkatkan kesehatan pencernaan dan menekan nafsu makan. Menthol yang terkandung dalam peppermint bertindak sebagai pelemas otot alami, terutama di saluran pencernaan, membantu meredakan kembung dan meningkatkan fungsi pencernaan.

Selain itu, aroma peppermint yang menyegarkan telah terbukti mengurangi nafsu makan, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan asupan kalori.   

Meskipun teh peppermint tidak secara langsung meningkatkan metabolisme lemak, perannya dalam kesehatan pencernaan dan pengendalian nafsu makan menjadikannya sebagai asupan yang bermanfaat dalam proses penurunan berat badan, serta menawarkan pilihan minuman yang menenangkan dan bebas kalori.

Teh Jahe

Teh jahe dapat membantu perjalanan penurunan berat badan Anda karena pengaruhnya terhadap pencernaan dan metabolisme.  Jahe, dengan senyawa kuatnya seperti gingerol, bertindak sebagai agen antiinflamasi dan antioksidan yang kuat.

Sifat-sifat ini dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan pembakaran kalori. Sebuah penelitian skala kecil menunjukkan bahwa meminum minuman yang mirip dengan teh jahe (jahe bubuk yang dilarutkan dalam air panas) dikaitkan dengan penurunan rasa lapar, penurunan asupan makanan, dan rasa kenyang yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman jahe.

Teh Hibiskus

Teh hibiskus atau kembang sepatu memiliki rasa yang asam, sehingga bisa menjadi minuman menyegarkan dan bebas kalori bagi mereka yang tidak ingin minum air putih.  

Senyawa utama yang ditemukan dalam hibiskus, termasuk antosianin, yang dapat membantu menghambat penyerapan karbohidrat, sehingga mengurangi dampak asupan kalori dari gula dan pati.

BACA JUGA: Ingin Minum Teh Enak Sambil Bersantai di Jogja? Ini Tempat yang Cocok

Sebuah laporan juga menunjukkan bahwa ekstrak hibiskus memiliki efek anti obesitas dan dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di tubuh.

Teh Rooibos

Teh Rooibos, yang berasal dari tanaman semak merah Afrika Selatan, merupakan alternatif bebas kafein yang mendukung upaya penurunan berat badan dengan berbagai cara.  

Mengandung antioksidan unik, seperti aspalathin, yang dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mengurangi penyimpanan lemak. Selain itu, rasa manis alaminya dapat memuaskan keinginan untuk minum manis tanpa kalori, menjadikannya pengganti minuman manis yang ideal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Wacana Pembentukan Dewan Media Sosial, Ini Penjelasan Menteri Kominfo

News
| Selasa, 28 Mei 2024, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement