Keselamatan Penerbangan Indonesia 78,85 Persen, Lampaui Rata-rata Global
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Jogging - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Seseorang yang sering menggunakan kaki terutama penekanan pada tumit untuk berolahraga bisa menjadi salah satu faktor cedera pada kaki dan terjadi nyeri pada kaki yang rata. Hal ini diutarakan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Muhammad Deryl Ivansyah.
“Terutama pada olahraga yang menggunakan penekanan pada tumit seperti melompat-lompat, lari, tentunya itu akan memberikan beban yang banyak pada tumit atau kaki sehingga nyeri,” kata Deryl seperti dikutip dari Antara, Senin (25/12/2023).
Deryl mengatakan, kaki ceper atau flat feet adalah kondisi telapak kaki rata dengan permukaan lantai atau tanah. Flat feet termasuk keadaan kaki yang normal dan tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari karena manusia diberikan keunikan bentuk kaki yang berbeda-beda, selama tidak ada keluhan nyeri selama beraktivitas.
Deryl yang juga berpraktik di RS Universitas Indonesia ini meluruskan, jika seseorang memiliki kaki rata sering kali tidak akan menyebabkan cepat lelah atau sakit seperti yang kerap diyakini masyarakat selama kondisinya fleksibel dan tidak kaku. Ia mengatakan jika ingin mengetahui telapak kaki normal atau tidak, bisa dilihat dengan cara menjinjitkan kaki dan akan terlihat ada lengkungan yang muncul.
“Selama dia kondisinya fleksibel, atau yang membedakan gampangnya, kalau terlihat kakinya ceper suruh jinjit aja, kalau jinjit dia bisa dan lengkungan yang muncul berarti dia itu fleksibel dan tidak membutuhkan penanganan apapun,” katanya.
Ia menjelaskan kaki rata bukan suatu faktor keturunan. Namun ada beberapa kasus di mana ada kelonggaran pada ligament kaki, yaitu penghubung antara tulang dan otot. Jika otot penghubung ligament longgar, makan akan menjadi kaki ceper, dan kondisi ini bisa diturunkan dari kedua orang tua atau ada pada salah satunya.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Natal 2023, Ini Isinya
Tidak ada latihan khusus untuk membentuk telapak kaki menjadi melengkung, ataupun membuat lengkungan di telapak kaki berkurang. Deryl mengatakan sampai saat ini tidak ada studi untuk melakukan tersebut karena kaki manusia diciptakan tidak sama satu sama lain.
Namun jika anak memiliki kaki rata dengan kasus otot belakang tumit (achilles) pendek, maka diperlukan perawatan khusus dengan konsultasi ke dokter untuk penanganan profesional, begitu juga jika kaki ceper yang rigid atau kaku yang ditandai dengan tidak adanya lengkungan saat jinjit.
“Jika memiliki achilles yang pendek, otot belakang tumit itu pendek, itu butuh latihan khusus, cara mengetahuinya sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah anaknya memiliki flat foot dengan otot di belakang tumit yang pendek,” ucap Deryl.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Instagram meluncurkan label AI Generated Profile. Akun AI tanpa label berisiko kehilangan jangkauan di Reels dan Explore.
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.