UNESA Juara Futsal Campus League Surabaya, Siap Hadapi Seri Jogja
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
Jogging - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Seseorang yang sering menggunakan kaki terutama penekanan pada tumit untuk berolahraga bisa menjadi salah satu faktor cedera pada kaki dan terjadi nyeri pada kaki yang rata. Hal ini diutarakan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Muhammad Deryl Ivansyah.
“Terutama pada olahraga yang menggunakan penekanan pada tumit seperti melompat-lompat, lari, tentunya itu akan memberikan beban yang banyak pada tumit atau kaki sehingga nyeri,” kata Deryl seperti dikutip dari Antara, Senin (25/12/2023).
Deryl mengatakan, kaki ceper atau flat feet adalah kondisi telapak kaki rata dengan permukaan lantai atau tanah. Flat feet termasuk keadaan kaki yang normal dan tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari karena manusia diberikan keunikan bentuk kaki yang berbeda-beda, selama tidak ada keluhan nyeri selama beraktivitas.
Deryl yang juga berpraktik di RS Universitas Indonesia ini meluruskan, jika seseorang memiliki kaki rata sering kali tidak akan menyebabkan cepat lelah atau sakit seperti yang kerap diyakini masyarakat selama kondisinya fleksibel dan tidak kaku. Ia mengatakan jika ingin mengetahui telapak kaki normal atau tidak, bisa dilihat dengan cara menjinjitkan kaki dan akan terlihat ada lengkungan yang muncul.
“Selama dia kondisinya fleksibel, atau yang membedakan gampangnya, kalau terlihat kakinya ceper suruh jinjit aja, kalau jinjit dia bisa dan lengkungan yang muncul berarti dia itu fleksibel dan tidak membutuhkan penanganan apapun,” katanya.
Ia menjelaskan kaki rata bukan suatu faktor keturunan. Namun ada beberapa kasus di mana ada kelonggaran pada ligament kaki, yaitu penghubung antara tulang dan otot. Jika otot penghubung ligament longgar, makan akan menjadi kaki ceper, dan kondisi ini bisa diturunkan dari kedua orang tua atau ada pada salah satunya.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Natal 2023, Ini Isinya
Tidak ada latihan khusus untuk membentuk telapak kaki menjadi melengkung, ataupun membuat lengkungan di telapak kaki berkurang. Deryl mengatakan sampai saat ini tidak ada studi untuk melakukan tersebut karena kaki manusia diciptakan tidak sama satu sama lain.
Namun jika anak memiliki kaki rata dengan kasus otot belakang tumit (achilles) pendek, maka diperlukan perawatan khusus dengan konsultasi ke dokter untuk penanganan profesional, begitu juga jika kaki ceper yang rigid atau kaku yang ditandai dengan tidak adanya lengkungan saat jinjit.
“Jika memiliki achilles yang pendek, otot belakang tumit itu pendek, itu butuh latihan khusus, cara mengetahuinya sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah anaknya memiliki flat foot dengan otot di belakang tumit yang pendek,” ucap Deryl.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
Realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026. BP Tapera mempercepat pembiayaan demi mengejar target 350.000 unit.
IHSG menguat 5,65% ke 5.278,89. Simak proyeksi BI Rate, level support-resistance, serta rekomendasi saham ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA.
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, gelombang laut hingga 4 meter, dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia
Persiapan event lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 sudah mencapai 99%. Gelaran rutin yang tahun ini mengusung tema “Decade of Legacy" i