Dentuman Keras Terdengar di Gorontalo, Warga Sempat Panik
Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo sekitar pukul 00.22 Wita. Warga sempat panik dan menduga ada meteor jatuh.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah makanan yang digoreng yang meningkat memiliki korelasi kuat dengan pertambahan berat badan seseorang.
Menurut dokter spesialis gizi klinik Yohan Samudra, penambahan berat badan dapat diperhatikan dari jenis makanan yang dikonsumsi.
"Pastinya kalau mulai ada penambahan berat badan, maka mungkin gorengannya kebanyakan karena ada karbohidrat juga di gorengan dan ada minyak," kata dia di Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Yohan yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, itu mengatakan kalori dalam minyak lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingkan karbohidrat dan protein.
Satu gram karbohidrat dan protein total kalorinya empat, maka pada minyak total kalorinya sekitar sembilan kalori.
Baca Juga
Tips Berat Badan Ideal, Warna Piring Bantu Mengontrol Porsi Makan
Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Tak Akurat Bisa Pengaruhi Penanganan Stunting di Sleman
Turun Berat Badan Bonus Sehat, Coba 7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama
Tak hanya berat badan bertambah, terlalu banyak konsumsi makanan yang digoreng atau mengandung minyak dan lemak juga dapat memunculkan masalah metabolik seperti kolestrol, diabetes dan hipertensi.
Hanya, khusus untuk kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, tak ada gejala khusus saat kadarnya meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah yang disarankan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh.
"Enggak ada gejala yang khas untuk kolesterol tinggi. Kalau misalnya LDL tinggi, maka sudah pasti, lemak atau minyak yang jelek yang kebanyakan. HDL atau High Density Lipoprotein banyak maka lemak yang kita konsumsi cukup baik kondisinya atau pilihannya (lemak tak jenuh)," jelas Yohan.
Indonesia merujuk studi yang dipublikasikan Reuters pada 2020 menjadi negara dengan pengonsumsi minyak goreng terbesar. Konsumsi minyak yang tinggi ini, imbuh dia, beriringan dengan masalah kesehatan seperti hipertensi, kolesterol dan asam urat.
Minyak goreng diketahui mengandung lemak jenuh, tak jenuh dan minyak dikatakan sehat apabila mengandung lebih banyak lemak tak jenuh.
Lemak jenuh dalam jumlah banyak dapat meningkatkan LDL yang meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung. Oleh karena itu, Yohan mengingatkan orang-orang untuk membatasi lemak jenuh dan sebaliknya, mengonsumsi cukup banyak lemak tak jenuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo sekitar pukul 00.22 Wita. Warga sempat panik dan menduga ada meteor jatuh.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.