Advertisement

Jika Diabetes Tak Dikelola dengan Baik Bisa Memicu Retinopati Diabetik

Newswire
Selasa, 05 Desember 2023 - 13:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Jika Diabetes Tak Dikelola dengan Baik Bisa Memicu Retinopati Diabetik Ilustrasi Cek Gula Darah - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Retinopati diabetik umumnya bisa terjadi pada penyandang diabetes yang tidak mengelola kondisinya dengan baik. Hal sama berlaku bagi penyakit penyerta lainnya seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan kerap mengalami hiperglikemia.

Dokter spesialis mata Sesaria Rizky Kumalasari menjelaskan mulanya retinopati diabetik tidak menimbulkan gejala yang berarti dan sejumlah gejala seperti penglihatan kabur, bintik-bintik mengapung, perubahan penglihatan warna, hingga kehilangan penglihatan baru akan dirasakan ketika retinopati diabetik berada pada tahap yang lebih parah.

Advertisement

BACA JUGA: Ini Gejala Diabetes Melitus pada Anak, Segera Antisipasi!

"Karenanya, pemeriksaan foto fundus mata setiap tahun penting dilakukan oleh penyandang diabetes untuk mengidentifikasi retinopati diabetik di tahap awal,” kata dia yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah itu melalui keterangan tertulisnya dikutip Selasa (5/12/2023).

Retinopati diabetik merupakan penyakit komplikasi yang bisa dialami penyandang diabetes tipe 1 maupun 2 disebabkan pembuluh darah yang terganggu di retina mata akibat kadar gula darah tinggi.

Oleh karena itu, demi terhindar atau mencegah komplikasi termasuk retinopati diabetik, pasien diabetes disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara rutin seperti kadar gula darah, fungsi ginjal dan pemantauan kondisi kaki. Untuk kaki, pasien bisa menjalani pemeriksaan USG Doppler apabila terasa nyeri pada kaki, demi mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut atau penyakit kaki diabetes yang dapat berujung pada amputasi.

Selain itu, mereka juga harus melakukan terapi pengobatan dan tetap beraktivitas fisik serta berolahraga ringan dengan pengawasan dokter. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang sehat berusia 18-64 tahun untuk melakukan aktivitas fisik dengan durasi 150 menit per minggu. Hal ini juga berlaku bagi para penyandang diabetes.

Pakar kedokteran olahraga dr Grace Joselini Corlesa, Sp. K.O melalui keterangan tertulis yang sama mengatakan olahraga dapat membantu mengontrol berat badan, mencegah seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan membantu mengelola kadar gula darah dalam tubuh.

BACA JUGA: Hati-hati, Retinopati Diabetik Bisa Picu Kebutaan Total, Kenali Gejalanya

"Ketika berolahraga, otot memerlukan lebih banyak glukosa sebagai sumber energi. Hal ini mampu membantu mengurangi kadar gula darah yang tinggi dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin," kata dia yang berpraktik di Sport Medicine Injury and Recovery Center RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Grace menambahkan, olahraga juga dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan suasana hati yang juga memiliki efek positif terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tetapi, meski memiliki segudang manfaat, penyandang diabetes tetap harus memerhatikan beberapa hal dalam berolahraga sehingga sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berolahraga.

Di sisi lain, pasien perlu memastikan kadar gula darah tetap normal selama berolahraga, melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga, serta memastikan asupan cairan cukup dan tidak memaksakan diri atau berhenti apabila sudah terlalu lelah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ticket Hunter dan Pemudik! Ini Daftar Promo Tiket Mudik Lebaran

News
| Minggu, 25 Februari 2024, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement