Trump Tolak Rusia-China Kelola Uranium Iran
Trump menolak Rusia dan China kelola uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas di tengah negosiasi AS-Iran yang belum menemui titik temu.
Ilustrasi galau. /Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA—Menurut seorang ulama muda dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, K.H. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), galau dalam Islam itu tidak ada.
"Galau itu dilarang dalam Islam dengan dua solusi, yakni sabar dan syukur. Apa yang disebut galau itu justru solusi, karena bisa mendekatkan kita kepada mencari Allah," katanya dikutip dari Antara, Minggu (6/8/2023).
Dalam pengajian Majelis Subuh Gen-ZI bertema "Merdeka dari Galau" di MAS bersama pendakwah ustadzah Haneen Akira (istri ustadz Hanan Attaki) itu, Gus Kautsar menilai galau merupakan solusi bahwa semua yang ada dan terjadi merupakan garis tangan atas izin Tuhan.
"Jadi, kalau Islam secara beneran itu, galau itu nggak ada, karena semuanya atas kehendak Allah dengan tujuan yang indah, misalnya ketangguhan, memaklumi setiap kejadian, memaafkan siapapun, jadi kalau semuanya dikembalikan kepada Allah akan membuka semua pintu solusi. Semuanya indah, kalau gagal nggak benci, nggak menyalahkan, nggak mencari kambing hitam, tapi muhasabah," katanya.
Di hadapan ribuan jamaah dari kalangan generasi Z Islami dari Surabaya dan sekitarnya itu, putra KH Nurul Huda Djazuli itu mengutip pandangan bijak dari Imam Syafi'i. "Kalau ingin baik ya ikuti orang-orang dulu, seperti Imam Syafi'i. Kalau ikut orang-orang masa kini justru bisa nggak baik," katanya.
Baca juga: Panji Gumilang Jadi Tersangka Penistaan Agama, Haedar Nashir Ikut Berkomentar
Menurut Imam Syafi'i, kata Gus Kautsar, apapun masalah yang menimpa itu dibiarkan saja berlalu dengan membawa masalahnya, jangan terlalu meratapi masalah yang datang, karena semua masalah itu pasti ada akhir/ending dan semua masalah itu mengajari untuk rela dan sabar.
"Imam Syafi'i juga mengajarkan muhasabah kalau menghadapi masalah. Masalah itu merupakan bagian atau jatah dari kehidupan. Kalau sudah jatah untuk kita, dihindari juga nggak mungkin. Kalau bukan jatah kita, dicari juga nggak datang. Yang penting, tetaplah menjadi orang baik, karena masalah itu menunjukkan bahwa manusia itu lemah. Kalau menggugat Allah justru panjang hisabnya," katanya.
Tidak jauh berbeda, pendakwah ustadzah Haneen Akira menyatakan kehidupan itu bukan hanya meraih, mencari, mengingat, atau memiliki, tapi kehidupan juga memberi pelajaran untuk melepas.
"Kita harus belajar pelepasan, karena kalau kelamaan galau justru membuat kita kehilangan energi, kesehatan, dan waktu yang berharga. Islam mengajarkan tawakkal," kata istri dari pendakwah ustadz Hanan Attaki itu.
Menurut alumni Universitas Al Azhar Mesir itu, tawakkal itu mengajarkan untuk memahami bahwa hasil akhir itu tidak pernah ada di tangan manusia.
"Bukan soal baik atau tidak baik dari apa yang terjadi, tapi hasil akhir ada di tangan Allah. Jangan terlalu fokus ke dunia, fokus ke ridha Allah. Kalau fokus ke Allah, maka Allah yang menguatkan dan mencukupkan. Kalau fokus ke dunia akan cepat galau, capek," katanya.
Ia menambahkan ketidakpastian adalah sinyal kehidupan. "Buktinya, ada musim panas, ada musim dingin. Ada malam, ada siang. Ada duka, ada gembira. Ada indah, ada jelek. Dan, obat ketidakpastian adalah iman, karena iman membuat kita selamat bila galau, kecewa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump menolak Rusia dan China kelola uranium Iran. Ketegangan nuklir memanas di tengah negosiasi AS-Iran yang belum menemui titik temu.
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.