Awan Pelangi Bogor Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena awan pelangi Bogor viral, ini penjelasan ilmiah BRIN dan NASA soal iridescent cloud.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kanker adalah hasil dari materi genetik sel kita yang rusak atau berubah. Untuk mencegah terjadinya kanker, maka Anda perlu mempelajari juga gejalanya.
Dr Wouter Hendrickx, peneliti utama dari Functional Cancer Omics Laboratory, di departemen kanker di Sidra Medicine (bagian dari Qatar Foundation), mengatakan perubahan tersebut dapat terjadi karena banyak faktor seperti penuaan, paparan terhadap bahan kimia dan zat tertentu, pilihan gaya hidup, dan bahkan mutasi gen yang diwariskan.
BACA JUGA: 15 Cara Mencegah Penyakit Jantung di Usia Muda
Dr Hendrickx membuat daftar umum, indikasi awal kanker:
Namun, banyak dari gejala ini juga dapat dikaitkan dengan kondisi selain kanker.
Laju peningkatan pengobatan kanker sangat luar biasa selama beberapa dekade terakhir, dan terus meningkat.
Kemajuan dalam genomik telah mengarah pada pengembangan terapi yang dipersonalisasi, yang menyesuaikan pengobatan berdasarkan susunan genetik spesifik dari kanker seseorang.
"Imunoterapi, yang memanfaatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker, pengeditan gen CRISPR dan terapi sel CAR-T memiliki potensi yang sangat besar." paparnya dilansir dari Express.
Telah ada pemahaman yang berkembang tentang biologi kanker, beralih dari proliferasi sel kanker ke stroma dan sel imun di dalam tumor.
Namun, penting untuk dicatat bahwa sementara kemajuan cepat, terjemahan dari pengetahuan baru ini menjadi pengobatan baru dan persetujuan mereka membutuhkan waktu untuk memastikan keamanan dan kemanjuran."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Fenomena awan pelangi Bogor viral, ini penjelasan ilmiah BRIN dan NASA soal iridescent cloud.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.
Perguruan tinggi harus ditopang tata kelola, budaya akademik, dan integritas, bukan sekadar biaya kuliah.
Pemberantasan judi online harus menyasar seluruh ekosistem, termasuk rekening penampung dan penegakan hukum.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.