Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Individu dengan kualitas tidur yang baik terbukti dapat mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh sehingga terhindar dari risiko penyakit diabetes. Hal itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas California.
Medical Daily melaporkan hasil penelitian tersebut dimana sleep spindle atau gelombang yang dihasilkan otak manusia selama tidur nyenyak dan gelombang lambat dari otak mampu mengatur kepekaan insulin yang berperan dalam mengontrol kadar gula darah.
"Gelombang otak yang disinkronkan bertindak seperti jari yang menjentikkan domino pertama untuk memulai reaksi berantai dari otak, turun ke jantung, dan kemudian disalurkan untuk regulasi gula darah tubuh. Secara khusus, kombinasi dua gelombang otak yang disebut sleep spindle dan gelombang lambat dapat memprediksi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon yang disebut insulin, yang secara konsekuen dan menguntungkan dapat menurunkan kadar glukosa darah," jelas anggota tim riset Matthew Walker.
Baca juga: Sosok Budi Arie Setiadi yang Akan Dilantik Jokowi Jadi Menkominfo
Riset yang dipublikasikan di Cell Reports Medicine itu menganjurkan dibandingkan lama waktu tidur justru kualitas tidur harus lebih diutamakan bagi penderita diabetes.
Termasuk pula dalam mengatur pola tidur yang dinilai menjadi perubahan pola hidup efektif dalam mengendalikan kadar gula darah.
Penemuan ini membuat para peneliti yakin untuk dapat menjadikan tidur nyenyak sebagai salah satu bentuk terapi serta penanganan tanpa rasa sakit bagi para penderita diabetes. "Selain mengungkapkan mekanisme baru, hasil riset kami juga menunjukkan bahwa gelombang otak saat tidur nyenyak dapat digunakan sebagai indikator sensitif kadar gula darah seseorang pada hari berikutnya," kata Vyoma D. Shah yang ikut berpartisipasi dalam riset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Gempa susulan magnitudo 6,0 terjadi di Laut Sulawesi. Warga Gorontalo Utara mulai melakukan evakuasi mandiri di tengah peringatan dini tsunami.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.126 per dolar AS pada awal perdagangan Senin. Penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak jadi pemicu.
– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan melalui kerja sama strategis
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Palembang dan Tanjungpinang pada Senin.
BNPB mengimbau warga di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku Utara, dan Kaltim menjauhi pantai pascagempa magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi.