Hadir di Netflix 30 Juni, Ini Sinopsis Kembang Api

Tri Indah Lestari (ST22)
Tri Indah Lestari (ST22) Jum'at, 30 Juni 2023 00:37 WIB
Hadir di Netflix 30 Juni, Ini Sinopsis Kembang Api

Kembang Api (2023)./Ist-IMDb

Harianjogja.com, JOGJA—Meski berjudul “Kembang Api” yang kerap jadi gambaran dari kebahagiaan, namun film karya Herwin Novianto ini justru jauh dari kesan bahagia dan lebih terkesan tragis.

Film berdurasi 104 menit yang dibintangi oleh Marsha Timothy, Ringgo Agus Rahman, Donny Damara, Hanggini, Vino G Bastian, dan sejumlah pemeran lain sebelumnya telah tayang di bioskop pada 2 Maret 2023 silam.

Mengusung isu kesehatan mental, film dibalut secara sederhana mulai dari sinematografi hingga dialognya dan diadaptasi dari film Jepang berjudul "3ft Ball & Souls" (2017) karya sutradara Yoshio Kato. Dimana pada Jumat (30/6/2023) hari ini, film hadir dan dapat disaksikan kembali di Netflix.

Sinopsis Kembang Api

Sebuah grup rahasia terbentuk oleh empat orang dengan tujuan sama, yakni percobaan bunuh diri. Mereka adalah Fahmi (Donny Damara), Sukma (Marsha Timothy), Raga (Ringgo Agus Rahman), dan Anggun (Hanggini).

Baca juga: Acara Musik Jogja Koplo Fest Terancam Batal, Semua Artisnya Kompak Mundur, Termasuk Ndarboy Genk

Fahmi, mengalami masalah kesehatan mental akibat pekerjaan dan ekonominya. Sukma, seorang ibu yang kehilangan anaknya. Raga, dilanda banyak masalah sampai berada di titik terendah dalam hidupnya dan Anggun, siswi SMA korban perundungan di sekolah.

Keempatnya memutuskan untuk “menyala” dengan artian meledakkan diri menggunakan sebuah bola besar berisi kembang api bertuliskan “urip iku urup”.

Rencananya itu diusung Fahmi yang kemudian mengumpulkan mereka berempat, ia pula yang menafsirkan “urip iku urup” secara harfiah yakni hidup harus menyala dibandingkan menjadi motivasi untuk tetap menjalani hidup.

Hari eksekusi telah tiba mereka cukup menekan tombol dan hidup mereka akan berakhir namun yang terjadi justru sebaliknya.

Setiap kali tombol ditekan, mereka bukannya mati tapi malah hidup kembali ke titik sebelum memencet tombol peledak. Empat kali percobaan menjadi bukti, sudahlah putus asa kini mereka diliputi kebingungan.

“Mau mati saja susah,” ungkap Fahmi.

Terjebak di putaran waktu yang terasa seperti dejavu, akhirnya membuat rencana bunuh diri berubah menjadi penyelidikan dibalik misteri itu. Lantas, bagaimanakah nasib mereka selanjutnya?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online