Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Kembang Api (2023)./Ist-IMDb
Harianjogja.com, JOGJA—Meski berjudul “Kembang Api” yang kerap jadi gambaran dari kebahagiaan, namun film karya Herwin Novianto ini justru jauh dari kesan bahagia dan lebih terkesan tragis.
Film berdurasi 104 menit yang dibintangi oleh Marsha Timothy, Ringgo Agus Rahman, Donny Damara, Hanggini, Vino G Bastian, dan sejumlah pemeran lain sebelumnya telah tayang di bioskop pada 2 Maret 2023 silam.
Mengusung isu kesehatan mental, film dibalut secara sederhana mulai dari sinematografi hingga dialognya dan diadaptasi dari film Jepang berjudul "3ft Ball & Souls" (2017) karya sutradara Yoshio Kato. Dimana pada Jumat (30/6/2023) hari ini, film hadir dan dapat disaksikan kembali di Netflix.
Sinopsis Kembang Api
Sebuah grup rahasia terbentuk oleh empat orang dengan tujuan sama, yakni percobaan bunuh diri. Mereka adalah Fahmi (Donny Damara), Sukma (Marsha Timothy), Raga (Ringgo Agus Rahman), dan Anggun (Hanggini).
Baca juga: Acara Musik Jogja Koplo Fest Terancam Batal, Semua Artisnya Kompak Mundur, Termasuk Ndarboy Genk
Fahmi, mengalami masalah kesehatan mental akibat pekerjaan dan ekonominya. Sukma, seorang ibu yang kehilangan anaknya. Raga, dilanda banyak masalah sampai berada di titik terendah dalam hidupnya dan Anggun, siswi SMA korban perundungan di sekolah.
Keempatnya memutuskan untuk “menyala” dengan artian meledakkan diri menggunakan sebuah bola besar berisi kembang api bertuliskan “urip iku urup”.
Rencananya itu diusung Fahmi yang kemudian mengumpulkan mereka berempat, ia pula yang menafsirkan “urip iku urup” secara harfiah yakni hidup harus menyala dibandingkan menjadi motivasi untuk tetap menjalani hidup.
Hari eksekusi telah tiba mereka cukup menekan tombol dan hidup mereka akan berakhir namun yang terjadi justru sebaliknya.
Setiap kali tombol ditekan, mereka bukannya mati tapi malah hidup kembali ke titik sebelum memencet tombol peledak. Empat kali percobaan menjadi bukti, sudahlah putus asa kini mereka diliputi kebingungan.
“Mau mati saja susah,” ungkap Fahmi.
Terjebak di putaran waktu yang terasa seperti dejavu, akhirnya membuat rencana bunuh diri berubah menjadi penyelidikan dibalik misteri itu. Lantas, bagaimanakah nasib mereka selanjutnya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.