Cara Daftar Bansos BPNT dan PKH 2027 Lewat Perlinsos Digital
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Ilustrasi emosi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Bukan hanya menahan lapar, berpuasa juga harus menahan emosi. Dengan kurangnya asupan nutrisi akan memengaruhi pengendalian diri dan emosi seseorang, menurut CEO Stress Management Indonesia Coach Pris.
Oleh karenanya Coach Pris menyarankan bagi orang yang berpuasa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa dengan makanan bergizi.
"Dengan makanan dan minuman yang sehat, kamu bisa tetap tenang selama berpuasa," ujar dia.
Protein dan serat diketahui menjadi nutrisi penting yang dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang selama berpuasa. Berbanding terbalik dengan makanan kaya akan lemak jenuh yang jauh lebih cepat dicerna sehingga membuat seseorang mudah merasa lapar.
Coach Pris mengatakan, sebaiknya seseorang menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan menambah konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka.
Baca juga: Bea Cukai Minta Pedagang Awul-Awul Beralih Menjual Produk UMKM
"Kamu bisa coba ganti kolak dan gorengan dengan buah-buahan segar dan sayuran. Stress Management Indonesia juga menyediakan resep-resep enak dan bergizi untuk sahur dan berbuka di Instagram @stressmanagementindonesia," ujarnya.
Tak hanya itu, Ia juga menyarankan beristirahat cukup agar bisa lebih sehat dan fokus menjalankan aktivitas sehari-hari selagi berpuasa. Riset membuktikan istirahat selama sekitar enam hingga tujuh jam bisa membantu seseorang menjaga kesehatan mental agar lebih stabil.
Bahkan sesederhana menjaga kebersihan tempat tidur dapat meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati bisa lebih tenang.
"Ada baiknya kamu mulai atur jadwal istirahat ideal selama puasa. Jangan sampai kamu begadang dan kesiangan sahur," saran dia.
Solusi lain untuk menjaga emosi, yakni melakukan journaling. Menurut Coach Pris, selama berpuasa, seseorang perlu mencari cara mencurahkan perasaan dan keluh kesah tanpa menyakiti perasaan orang lain dan pastinya dengan cara yang tidak membatalkan puasa.
Journaling akan membantu untuk menenangkan perasaan seseorang selama berpuasa. Dengan cara menuliskan keluh kesah dan perasaanmu, emosi negatif pun reda tanpa merugikan pihak lain atau terbawa emosi di kemudian hari.
Selain itu, journaling bisa menjadi salah satu media refleksi diri agar kamu bisa belajar menjaga kesehatan mental lebih baik lagi.
Tak lupa, Coach Pris menyarankan orang-orang yang berpuasa untuk menggunakan waktu luang sebaik-baiknya dengan melakukan aktivitas favorit atau mengeksplorasi hal-hal baru yang belum pernah dicoba.
"Mendalami hobi dapat membantumu merasa lebih bahagia. Tak hanya itu, kamu juga dapat memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan mendalami hobimu, baik itu mewarnai, menulis, memainkan musik, video game, dan kegiatan lainnya," jelas dia.
Menurutnya ketika otak akan lebih fokus terhadap kegiatan yang dilakukan tanpa sadar waktu akan berlalu lebih cepat sekaligus mendapat hormon dopamin yang membantunya merasa lebih bahagia dengan hobi.
"Ramadhan bukan hanya soal haus dan lapar, kamu harus beramal dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk kebaikan. Kalau kamu memanfaatkan waktumu untuk menjaga pola hidup sehat, kamu juga bisa tetap bahagia selama berpuasa dan tambah semangat untuk beramal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.