Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi siswa sekolah di Jepang dengan tas ranselnya. / Japan Today
Harianjogja.com, TOKYO—Jelang tahun ajaran baru, biasanya siswa sekolah akan berbondong-bondong membeli perlengkapan baru, salah satunya tas ransel. Namun, bagaimana jadinya jika ada penyewaan tas ransel?
Di Jepang, tas ransel dirasa semakin mahal harganya. Oleh karena itu, mulai bermunculan jasa penyewaan tas ransel kotak khas murid sekolah dasar di Jepang atau biasa disebut randoseru.
Seperti diketahui, tahun akademik Jepang dimulai pada musim semi, jadi tidak akan lama lagi sampai angkatan baru siswa kelas satu berangkat ke sekolah dengan membawa tas ransel randoseru dari kulit berbentuk kotak. Ini akan menjadi momen yang emosional bagi banyak orang tua dan kakek nenek, bukan hanya karena itu pertanda bahwa anak-anak kecil sudah tumbuh dewasa, tetapi karena tas punggung itu bisa sangat mahal harganya.
Melansir Japan Today, Departemen Industri Randoseru dari Asosiasi Tas Jepang menyatakan bahwa pada tahun 2022 harga rata-rata randoseru adalah 56.000 yen atau setara Rp6,4 juta. Itu meningkat hampir 20.000 yen (Rp2,3 juta) dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, dan harganya kemungkinan akan terus naik untuk tahun 2023 karena inflasi dan mata uang yen yang lemah berkontribusi pada kenaikan biaya bahan, terutama untuk perlengkapan kulit dan logam.
Hampir setiap siswa sekolah dasar di Jepang diwajibkan untuk membawa buku mereka ke sekolah. Jadi tas randoseru tersebut mewakili pengeluaran keluarga yang besar.
Untuk membantu meringankan beban masyarakat, distributor tas randoseru yang berbasis di Osaka, Kokuho, telah memperkenalkan layanan sewa berlangganan randoseru pertama di Jepang, yang disebut RandS.
Layanan ini memungkinkan pengguna untuk memilih dari sekitar 250 desain randoseru yang berbeda. Bulan pertama gratis, lalu paket bulanan mulai dari 990 yen (Rp113 ribu) sebulan setelahnya.
Tentu saja, pertanyaan besarnya adalah apakah ini benar-benar lebih murah daripada hanya membeli randoseru baru. Nyatanya, orang tua di Jepang perlu menyewa randoseru selama 12 bulan dalam setahun, karena tidak ada bulan kalender tanpa hari sekolah di negeri Sakura itu. Jadi selama setahun, dengan biaya 11.800 yen (Rp1,3 juta) di bawah paket dengan harga terendah. Dengan sekolah dasar Jepang yang berlangsung selama enam tahun, totalnya akan muncul menjadi 71.280 yen (Rp8,1 juta), sedikit lebih tinggi dari harga pembelian rata-rata randoseru tahun 2022.
Menariknya, layanan tersebut menawarkan keuntungan lain. Jika pelanggan terus menggunakan RandS, dengan paket yang sama, selama tiga tahun, maka tas apa pun yang digunakan saat itu adalah milik pelanggan. Dengan kata lain, pelanggan pada dasarnya dapat membeli tas yang lebih murah dari harga pembelian rata-rata, dan membayarnya dengan cicilan bulanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Japan Today
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.