Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi mimisan/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit hati berlemak dapat dialami oleh semua orang. Bukan karena mengkonsumsi alkohol secara berlebihan saja namun penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor lain. Terdapat sejumlah tanda dari penyakit hati berlemak yang harus diwaspadai.
Simak tanda peringatan gejala penyakit hati berlemak berikut ini yang dilansir dari Times of India.
Apa penyebab penyakit hati berlemak?
Penyakit hati berlemak non-alkohol terjadi karena mengonsumsi kalori secara berlebihan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di hati. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan dan segera mencari bantuan medis demi mencegah menjadi penyakit kronis.
Kurangnya tanda-tanda peringatan dini
Mulanya orang dengan penyakit hati berlemak tidak menunjukkan tanda-tanda peringatan salah satunya karena kurangnya kesadaran terhadap diri sendiri. Lemak yang menumpuk di hati akan menyebabkan peradangan pada organ atau disebut juga dengan steatohepatitis non-alkohol.
Peradangan secara terus-menerus dapat menyebabkan fibrosis atau jaringan parut pada hati di kemudian hari. Tanpa pengobatan, fibrosis akan berkembang menjadi sirosis, yakni penyakit hati berlemak pada tingkat paling parah. Pada stadium lanjut ini, hati menyusut dan menjadi parut, lalu akan menggumpal.
Waspadai mimisan
Masih terkait sirosis ada satu gejala yaitu sering mimisan (epistaksis). Terdapat dua jenis mimisan, yaitu anterior dan posterior. Sering mimisan terjadi karena tubuh lebih rentan terhadap perdarahan dan dapat menyebabkan memar serta gusi berdarah.
Gejala sirosis lainnya
Adapun tanda-tanda lain dari sirosis. Gejala sirosis lainnya antara lain:
- Kelelahan
- Kelemahan
- kehilangan nafsu makan penurunan berat badan dan pengecilan otot
- mual dan muntah
- merasa nyeri di sekitar area hati menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)
- rambut rontok
- demam dan serangan menggigil
- pembengkakan di bagian perut karena penumpukan cairan (asites)
Perubahan kepribadian juga dapat menjadi pertanda
Ternyata sirosis hati dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti perubahan kepribadian, insomnia, kehilangan ingatan, kebingungan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini karena sirosis dapat mengakibatkan ensefalopati (penyakit otak apa pun yang mengubah fungsi atau struktur otak). Kondisi tersebut terjadi saat racun yang berada dalam tubuh mempengaruhi otak karena hati tidak lagi mampu mengeluarkannya dari tubuh Anda.
Faktor risiko yang terkait dengan penyakit hati berlemak
Beberapa faktor yang perlu untuk diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak antara lain orang dengan berat badan berlebih (obesitas), menderita diabetes tipe 2 (resisten insulin) seperti sindrom ovarium polikistik.
Penyebab lainnya yaitu seseorang yang memiliki tiroid yang kurang aktif, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau sindrom metabolik (kombinasi diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.