Bos Summarecon Diduga Beri Rp1,5 Miliar untuk Urus SHGB
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Ilustrasi mimisan/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit hati berlemak dapat dialami oleh semua orang. Bukan karena mengkonsumsi alkohol secara berlebihan saja namun penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor lain. Terdapat sejumlah tanda dari penyakit hati berlemak yang harus diwaspadai.
Simak tanda peringatan gejala penyakit hati berlemak berikut ini yang dilansir dari Times of India.
Apa penyebab penyakit hati berlemak?
Penyakit hati berlemak non-alkohol terjadi karena mengonsumsi kalori secara berlebihan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di hati. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan dan segera mencari bantuan medis demi mencegah menjadi penyakit kronis.
Kurangnya tanda-tanda peringatan dini
Mulanya orang dengan penyakit hati berlemak tidak menunjukkan tanda-tanda peringatan salah satunya karena kurangnya kesadaran terhadap diri sendiri. Lemak yang menumpuk di hati akan menyebabkan peradangan pada organ atau disebut juga dengan steatohepatitis non-alkohol.
Peradangan secara terus-menerus dapat menyebabkan fibrosis atau jaringan parut pada hati di kemudian hari. Tanpa pengobatan, fibrosis akan berkembang menjadi sirosis, yakni penyakit hati berlemak pada tingkat paling parah. Pada stadium lanjut ini, hati menyusut dan menjadi parut, lalu akan menggumpal.
Waspadai mimisan
Masih terkait sirosis ada satu gejala yaitu sering mimisan (epistaksis). Terdapat dua jenis mimisan, yaitu anterior dan posterior. Sering mimisan terjadi karena tubuh lebih rentan terhadap perdarahan dan dapat menyebabkan memar serta gusi berdarah.
Gejala sirosis lainnya
Adapun tanda-tanda lain dari sirosis. Gejala sirosis lainnya antara lain:
- Kelelahan
- Kelemahan
- kehilangan nafsu makan penurunan berat badan dan pengecilan otot
- mual dan muntah
- merasa nyeri di sekitar area hati menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)
- rambut rontok
- demam dan serangan menggigil
- pembengkakan di bagian perut karena penumpukan cairan (asites)
Perubahan kepribadian juga dapat menjadi pertanda
Ternyata sirosis hati dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti perubahan kepribadian, insomnia, kehilangan ingatan, kebingungan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini karena sirosis dapat mengakibatkan ensefalopati (penyakit otak apa pun yang mengubah fungsi atau struktur otak). Kondisi tersebut terjadi saat racun yang berada dalam tubuh mempengaruhi otak karena hati tidak lagi mampu mengeluarkannya dari tubuh Anda.
Faktor risiko yang terkait dengan penyakit hati berlemak
Beberapa faktor yang perlu untuk diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak antara lain orang dengan berat badan berlebih (obesitas), menderita diabetes tipe 2 (resisten insulin) seperti sindrom ovarium polikistik.
Penyebab lainnya yaitu seseorang yang memiliki tiroid yang kurang aktif, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau sindrom metabolik (kombinasi diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Pencarian perjalanan 7–13 hari sebelum keberangkatan naik 25%. Simak pilihan wisata spontan di Antalya, pesisir Aegea, hingga Bodrum, Turki.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Mendag Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan Sleman dan menekankan pentingnya menjaga harga wajar bagi produsen dan konsumen.
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.