Bima Seta dari Jogonalan Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ramadan identik dengan mengonsumsi makanan manis saat berbuka, sebab setelah berpuasa satu hari kadar gula dalam tubuh lebih rendah. Untuk mengembalikan energi, makanan manis menjadi salah satu solusi cepat.
Namun mengonsumsi makanan manis tanpa kontrol hingga berlebihan dapat memicu meningkatnya kadar gula dan menimbulkan risiko kesehatan seperti diabetes. Berikut ialah kiat memilih makanan manis saat buka puasa:
Baca juga: Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Protein, Termasuk Cepat Lapar
Manis tak selamanya berasal dari gula, sejumlah bahan makanan seperti buah segar atau mengganti gula pasir dengan madu alami. Salah satu buah yang menjadi andalan saat Ramadhan ialah buah kurma atau buah lain seperti apel, ceri, leci, anggur, pisang, dan berbagai jenis buah segar lainnya.
Minum es saat berbuka puasa memang lah menyegarkan dan melegakan tenggorokan yang kering, apalagi minum es buah dari bazar Ramadhan di sekitar tempat tinggalmu atau minuman maupun makanan dalam kemasan.
Tak jarang pedagang es buah atau industri minuman atau makanan kemasan menambahkan pemanis buatan atau disebut pula ‘biang gula’ seperti sakarin, aspartam, sukralosa, sorbitol, dan lainnya dimana manisnya bisa 30 - 300 kali lebih manis dari gula biasa. Namun tak semua pemanis buatan itu buruk salah satunya ialah stevia dari daun stevia rebaudiana.
Makanan manis selain meningkatkan gula darah begitu cepat ialah karena kandungan seratnya yang rendah, salah satu makanan manis dengan tinggi serat ialah ubi jalar yang bisa diolah jadi biji salak ubi ungu, bubur candil ubi ungu, atau puding ubi ungu cocok untuk camilan saat buka puasa.
Namun tetap perhatikan jumlah pemanis yang ditambahkan atau tanpa tambahan pemanis apapun. Tidak mau ribet? Maka cukup dipanggang, kukus, atau rebus saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.