BLT Kesra Rp900 Ribu Cair, Ini Cara Cek Lewat HP
BLT Kesra Rp900 ribu untuk tiga bulan mulai dicairkan. Penerima dapat mengecek status bantuan melalui HP via situs Kemensos atau aplikasi Cek Bansos.
Ilustrasi tumor otak/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Tumor otak merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Tumor itu terjadi ketika sel-sel di otak berkembang biak dan tumbuh dengan cara yang tidak normal dan tidak terkendali.
Menurut American Association of Neurological Surgeons, ada lebih dari 150 tumor otak yang berbeda, diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama: Tumor otak primer dan metastatik.
Menurut Mayo Clinic, beberapa tumor otak bersifat jinak dan non-kanker, sedangkan beberapa tumor otak bisa bersifat ganas. Tumor yang dimulai dan tumbuh di otak disebut tumor otak primer.
Ini berbeda dengan tumor yang menyebar ke otak dari bagian lain dalam tubuh, disebut juga tumor otak sekunder.
Gejala tumor otak mungkin berbeda, tergantung lokasi tumornya, kata National Health Services (NHS) Inggris.
Namun, beberapa gejala umum termasuk sakit kepala, kejang, terus menerus merasa mual, muntah, dan mengantuk.
Termasuk juga terjadi perubahan mental atau perilaku, seperti masalah ingatan atau perubahan kepribadian, kelemahan atau kelumpuhan progresif di satu sisi tubuh, dan masalah penglihatan atau bicara
Para peneliti di University of California, San Francisco (UCSF) menjelaskan, pasien tumor otak cenderung mengembangkan beban gejala neurologis yang signifikan dan progresif pada minggu-minggu terakhir kehidupan.
"Kantuk atau kehilangan kesadaran adalah salah satu gejala yang paling sering dilaporkan pada minggu-minggu terakhir kehidupan pasien tumor otak.“ papar laporan itu.
Kelesuan, kebingungan, dan pembalikan malam/siang seringkali merupakan tanda-tanda awal dari penurunan tingkat kesadaran. Pada akhirnya, pasien mengalami koma yang dalam dalam beberapa hari terakhir.
Seperti yang telah dibahas, ada lebih dari 150 jenis tumor otak. Namun, glioblastoma dikatakan sebagai kanker otak primer paling agresif pada orang dewasa.
Glioblastoma adalah kanker yang berasal dari pertumbuhan sel di otak atau sumsum tulang belakang, jelas Mayo Clinic.
"Glioblastoma tumbuh dengan cepat dan dapat menyerang serta menghancurkan jaringan sehat. Glioblastoma terbentuk dari sel yang disebut astrosit yang mendukung sel saraf. Glioblastoma dapat terjadi pada usia berapa pun," jelas badan kesehatan tersebut.
Jika Anda mencurigai adanya tumor di otak atau melihat adanya perubahan neurologis, periksakan diri Anda ke profesional perawatan kesehatan, sebaiknya ahli saraf.
Pemeriksaan neurologis, CT scan kepala, MRI otak, PET scan otak atau biopsi adalah beberapa cara untuk mendeteksi tumor otak.
Karena tumor otak dan kanker cenderung tidak menyebar, mereka tidak memiliki stadium seperti kanker lainnya. Namun, pengobatan dini adalah kunci untuk bertahan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BLT Kesra Rp900 ribu untuk tiga bulan mulai dicairkan. Penerima dapat mengecek status bantuan melalui HP via situs Kemensos atau aplikasi Cek Bansos.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.