Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Table decoration set up yang disiapkan The Atrium Hotel and Resort dalam promo Valentine Romantic Dinner./Istimewa-The Atrium Hotel and Resort
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day oleh sebagian orang.
Bagi sebagian orang, Hari Valentine adalah momen untuk mencurahkan kasih sayang dengan memberikan hadiah, bunga, cokelat, maupun emoji hati atau kata-kata manis.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tentang sejarah Valentine?
Mengenai sejarah Valentine, tidak ada yang benar-benar tahu sejarah sebenarnya di balik Hari Valentine, dan juga tidak ada teori yang benar-benar diperiksa. Namun, orang-orang yang meyakini bahwa sejarah Hari Valentine ada hubungannya dengan St. Valentine. Mari simak berikut ini penjelasannya dilansir dari berbagai sumber:
Sejarah Valentine
Valentine berasal dari hari pesta Kristen yang menghormati satu atau dua martir Kristen bernama Santo Valentinus dan melalui tradisi rakyat menjadi perayaan percintaan yang signifikan dalam budaya, agama, dan komersil di banyak bagian dunia.
Menyadur The New York Times, ada kemungkinan Hari Valentine ini didasarkan pada kombinasi dua pria. Pasalnya, ada dua nama Valentine yang dieksekusi pada 14 Februari (meskipun di tahun yang berbeda) oleh Kaisar Claudius II.
Diyakini bahwa Gereja Katolik mungkin telah menetapkan Hari St. Valentine pada 14 Februari untuk menghormati orang-orang ini, yang mereka yakini sebagai martir.
Terlebih lagi, salah satu dari orang-orang ini, Santo Valentine dari Terni, secara diam-diam meresmikan pernikahan untuk tentara Romawi yang bertentangan dengan keinginan kaisar pada masa itu.
Baca juga: Serunya Hari Kasih Sayang ala Jogja Bay
Kisah lain melibatkan praktik menulis surat cinta untuk Valentine Anda. Dikatakan bahwa St. Valentine menulis salam "valentine" pertama untuk seorang gadis muda yang dia ajar dan jatuh cinta dengannya saat dia dipenjara karena kejahatan yang diuraikan di atas.
Menurut The History Channel, sebelum kematiannya, dia menulis surat yang ditandatanganinya "Dari Valentine Anda," yang tetap menjadi frasa yang umum digunakan hingga hari ini.
Yang lain percaya bahwa Hari Valentine pada 14 Februari sebenarnya ditetapkan oleh Paus Gelasius I untuk menggantikan festival Romawi kuno Lupercalia, yakni perayaan kesuburan untuk dewa pertanian Romawi serta pendiri Romawi Romulus dan Remus.
Pada pertengahan 1800-an Hari Valentine pada 14 Februari menjadi lebih dikomersialkan: Pada tahun 1850, Esther Howland, putri pemilik toko alat tulis di Worcester, Massachusetts, mulai memproduksi kartu ucapan Valentine dengan puisi, bunga mawar, dan lainnya yang saat ini diasosiasikan secara universal.
Demikian informasi mengenai sejarah Valentine yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari dengan memberikan bunga, coklat, ucapan, jalan-jalan, dan kegitannya lainnya bersama orang-orang tersayang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.