Advertisement
Ingin Kurus dengan Obat Pelangsing? Kenali Bahayanya!
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal. Selain ketat melakukan olahraga dan menjaga pola makan, hal lain yang sudah banyak dilakukan kaum wanita adalah mengonsumsi obat pelangsing.
Banyak yang sudah tergiur dengan khasiat obat ini. Apa lagi tokoh yang mengiklankan adalah artis. Tidak hanya itu, obat ini juga menawarkan hasil yang cepat.
Advertisement
Namun perlu diketahui bahwa mengonsumsi obat pelangsing juga membawa risiko. Dilansir dari halodoc, berikut ini 5 risiko dari mengonsumsi obat pelangsing:
Baca juga: 3 Makanan Ini Paling Dicari Saat Piknik ke Kaliurang
1. Ketergantungan Obat Diet
Dampak negatif obat penurun berat badan yang pertama adalah ketergantungan obat. Hal tersebut ditandai dengan tubuh yang merasa tidak bisa lepas dari obat tersebut. Akibatnya, saat dipaksakan untuk berhenti, muncul reaksi tidak wajar pada tubuh, seperti pusing, tidak enak badan, atau kenaikan berat badan.
2. Memicu Gangguan Pencernaan
Dampak negatif yang satu ini bisa terjadi jika kamu mengonsumsi obat pelangsing instan, yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu cepat. Pada dasarnya, cara kerja obat pelangsing adalah melunturkan lemak dalam tubuh. Jika sifatnya instan, maka proses pelunturan lemak terjadi secara terpaksa, sehingga berdampak pada sistem pencernaan.
3. Bolak-Balik ke Kamar Mandi
Orlistat menjadi salah satu kandungan dari obat penurun berat badan, yang memicu sering buang air besar (BAB). Kandungan tersebut akan merangsang kontraksi usus besar, sehingga buang air besar menjadi lebih lancar. Jika obat ini dikonsumsi dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan diare berkelanjutan dan memicu dehidrasi pada tubuh. Jika sudah begitu, tubuh akan merasa lemas dan sulit beraktivitas.
4. Metabolisme Tubuh yang Berantakan
Tubuh membutuhkan makanan untuk menghasilkan kalori yang digunakan dalam proses metabolisme. Saat mengonsumsi obat penurun berat badan, salah satu kandungannya dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh, sehingga tidak terkontrol. Organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, jantung, dan hati akan menolak obat tersebut, sehingga memicu kerusakan karena bekerja terlalu keras.
5. Peningkatan Detak Jantung
Peningkatan pemakaian obat pelangsing yang paling sering dirasakan adalah peningkatan detak jantung. Hal tersebut disebabkan karena penyaringan obat di dalam darah membuat jantung bekerja lebih keras. Kandungan phentermine dalam obat yang menjadi pemicu peningkatan detak jantung. Meningkatnya detak jantung otomatis menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal tersebut dapat memicu gangguan kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Wonosobo Pastikan Balon Udara Lebaran 2026 Wajib Ditambatkan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
- Pemkab Bantul Belum Menerapkan WFA Usai Libur Lebaran
Advertisement
Advertisement






