Advertisement

Sejarah Bisa Terulang, Deep Purple Bakal Berbagi Panggung Lagi dengan God Bless

Galih Eko Kurniawan
Sabtu, 14 Januari 2023 - 06:17 WIB
Galih Eko Kurniawan
Sejarah Bisa Terulang, Deep Purple Bakal Berbagi Panggung Lagi dengan God Bless Pendiri Rajawali Indonesia, Annas Syahrul Alimi (dua dari kiri), dalam jumpa pers konser Deep Purple dan God Bless di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/1/2023). - Harian Jogja - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pada 1975, Deep Purple hadir pertama kali di Indonesia untuk menggelar konser selama dua hari, yakni 4 dan 5 Desember, di Stadion Senayan Jakarta. Pada hari kedua, konser mereka dibuka dengan penampilan dari God Bless.

Sekitar 48 tahun berselang, sejarah akan terulang ketika Deep Purple bakal berbagi panggung lagi dengan God Bless dalam sebuah konser. Bukan di Stadion Senayan yang kini namanya Stadion Utama Gelora Bung Karno melainkan di Edutoriom UMS Solo, Jawa Tengah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Rajawali Indonesia selaku promotor menjadwalkan konser kedua band legendaris itu pada 10 Maret 2023. Penjualan tiket dimulai pada Minggu (15/1/2023) dengan berbagai kelas yang dibuka dari harga Rp500.000 untuk pembelian prajual.

"Bagi kami [Rajawali Indonesia] ini kado untuk God Bless yang 2023 ini berusia 50 tahun. Sebuah pertemuan kebudayaan. Dengan tampilnya God Bless sebagai pembuka Deep Purple, ini akan seperti konser reuni 48 tahun silam," ujar pendiri Rajawali Indonesia, Annas Syahrul Alimi, dalam jumpa pers, Jumat.

Di Solo, Deep Purple akan berformasikan Ian Gillan, Roger Glover, Ian Paice, Don Airey dan SImon McBride. Dari nama itu, hanya Ian Paice, sang penggebuk drum, yang tampil pada 1975 di Jakarta silam. Paice yang waktu itu masuk dalam line up Mark IV, manggung di Jakarta bersama David Coverdale, Tommy Bolin, Glenn Hughes dan Jon Lord.

Ian Antono

Dari God Bless, akan ada tiga nama yang jadi trio andalan sejak awal karier grup musik itu, yakni Ian Antono, Ahmad Albar dan Donny Fatah. Ketiganya didampingi Fajar Satritama dan Abadi Soesman untuk beraksi di Solo nantinya.

Annas menambahkan ada 9.000 tiket yang dijual ke publik meski Edutorium UMS mampu menampung 10.000 penonton. "Tentunya ada kursi yang blank spot sehingga tak bisa digunakan. Selain itu, juga agar penonton bisa lebih nyaman," ujarnya.

Project Manager Deep Purple-World Tour 2023 Ernanto Setiawan menuturkan tiket akan terbagi menjadi lima kategori dengan dua periode waktu penjualan prajual dan reguler. Untuk reguler penjualan akan dimulai pada 17 Januari 2023.

Gitaris God Bless, Ian Antono, mengaku menjadi sebuah hal yang menakjubkan bagi grup musiknya untuk bisa menjadi pembuka konsernya Deep Purple lagi. Bagi God Bless, Deep Purple yang hadir pada 1975 memberikan pelajaran penting bagaimana semestinya grup rok itu tampil di panggung.

"Untuk konser di Solo, mulai Januari ini kami [God Bless] akan intensifkan latihannya serta merencakanan sajian khusus apa yang akan kami berikan saat di Solo. Sampai jumpa 10 Maret....," paparnya lewat aplikasi temu daring saat jumpa pers.

Sejak dibentuk pada 1968 di Inggris, Deep Purple yang personel awalnya ada Jon Lord, Rod Evans, Ritchie Blackmore, Nick Simper dan Ian Paice ini tak cuma sekali tampil di Indonesia. Setelah 1975, Deep Purple kembali hadir di Tanah Air pada 30 April 2002 dan 13 April 2004.

Sejarah Terkelam

Formasi Deep Purple pada dua kesempatan konser itu yakni Ian Gillan, Steve Morse, Don Airey, Roger Glover dan Ian Paice yang dikenal dengan personel Mark VIII. Namun, konser pertama kali lah yang bakal tak bisa dihilangkan dari ingatan personel Deep Purple, terutama Paice.

Penyebabnya, pada 1975 konser mereka di hari kedua berakhir dengan kericuhan. Tak cuma itu, pada 5 Desember 1975 dinihari, seorang kru Deep Purple Patsy Collins tewas akibat terjatuh dari lubang lift di lantai kedelapan. Imbasnya, seorang kru lainnya dan Glen Hughes sempat ditahan polisi. Setelah ditebus, Hughes bisa keluar untuk tampil pada malam harinya.

Annas mengakui konser 1975 di Indonesia memang menjadi sejarah terkelam bagi Deep Purple. “Tetapi apapun itu, mereka [Deep Purple] paham fans terbesar mereka ada di Indonesia. Itu yang bikin mereka balik ke Indonesia,” katanya.

Di Solo nantinya, Deep Purple diharapkan bisa tampil maksimal karena akan tiba di Indonesia sejak 5 Maret 2023 sehingga proses adaptasinya bisa lebih lama. Rencananya pada 10 Maret 2023, God Bless akan lebih dulu tampil selama satu jam, baru kemudian dilanjutkan dengan aksi Deep Purple.

“Deep Purple dan God Bless sama-sama menjadi penampil utama. Rencana produksi untuk Deep Purple sudah disiapkan sedetail mungkin. Semoga penampilannya maksimal. Kita bertemu 10 Maret 2023,” ungkap Annas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement